Review Film


Review Film

“Roman Picisan”

Hallo sahabat Rompis... Pada kesempatan kali ini, setelah saya menonton film Rompis, saya ingin mereview sedikit tentang film ini. 😊 Tepat pada tanggal 16 Agustus 2018, film “Roman Picisan” resmi dirilis dan tayang di seluruh bioskop Indonesia. Salah satu bioskop yang menayangkan film Roman Picisan (Rompis) adalah  bioskop XXI Ayani Mega Mall Pontianak. Saya dan teman saya ikut antusias dan tidak sabar untuk menonton film Rompis. Semenjak film ini masih proses syuting juga udah nunggu-nunggu banget buat nonton, karena jarang-jarang film yang berisi tentang puisi gini, jadi ikut penasaran sama puisi-puisi yang akan dibacain diflm ini.
Ada lumayan banyak penonton di hari pertama, mulai dari remaja, dewasa, dan  ibu-ibu yang ikut nemenin anaknya juga ada lohh. :D hehe btw, ini bagus banget loh gengss. Orang tua juga ikut mendampingi anaknya untuk menonton film. Ini merupakan salah satu kepedulian orang tua terhadap anak supaya mereka dapat mengontrol dan memastikan bahwa, film yang ditonton anaknya adalah film yang memang sesuai dengan usianya. Oke next ya..

Buat yang belum tahu atau baru nonton film Rompis, jadi sebelumnya Rompis sudah tayang di TV nasional sebagai tayangan sinetron Indonesia lohhh, nah karena antusias sebelumnya terhadap sinetron itu bagus banget, jadi dibuatlah film Rompis! okay jadi  ini adalah pemain dari film Rompis :

-          Arbani Yasiz = Roman
-          Dinda Azani = Wulandari
-          Umay shahab = sam
-          Bebby tsabina = meira
Dan para pemain pendukung lainnya ~

Masuk ke perkenalan film nya udah cukup bagus gengs, sesuai dengan ekspektasi saya bahwa diawal-awal film sudah memberikan puisi yang indah. Salah satu alasan kenapa saya mau menonton film ini, adalah karena saya suka puisi, dan saya penasaran dengan puisi-puisi yang yang dibuat oleh Roman. Duhh ya ditegasin lagi :D ya gitu gengss lagi suka puisi ceritanya :D hehee maklumin aja yaa

Filmnya ringan, kisah cinta yang diangkat juga tidak berlebihan mulai dari penokohan, dialog dan adegan, semuanya dikemas dengan sangat sederhana. Begitupun dengan acting mereka yang terlihat natural, seperti dikehidupan nyata. Sosok Roman yang berjuang di negeri Belanda untuk membahagiakan orang tua, menjadi satu pelajaran yang dapat kita ambil. Bahwa, status ekonomi harusnya tidak menjadi masalah bagi kita untuk tetap menempuh pendidikan. Sosok Umay yang berperan sebagai Sam juga sangat lucu, dialog-dialog nya seperti spontan sehinggat terdengar lucu dan nyata.

Penokohan Wulan dan Meira juga cukup bagus dalam penokohannya, meskipun yang saya tahu ini adalah pertama kalinya mereka bermain dilayar lebar tapi kualitas acting mereka sudah tidak diragukan lagi. Tapi, tetap ada beberapa adegan yang diperankan oleh Wulan menurut saya kurang dapet fell nya, kurang menjiwai jadi kurang berasa konfliknya 😊 hehee semoga bisa lebih baik di next project film yaa. Alur cerita yang ketebak juga menjadi kekurangan dalam film ini ya guyss, sayang banget, padahal opening nya udah bagus. Kebanyakan juga monoton filmnya mulai dari konflik, baikan , konflik lagi baikan lagi, konflik lagi baikan lagi, untungnya diselingi puisi ya jadi ya udah tetep aja bagus. Sampai pada akhir film pun, sampai credit tittle muncul saya dan teman saya masih aja betah di kursi bioskop.. apa karena keenakan dan kurang lama ya? hmm

Terlepas dari kekurangan itu, saya sangat mengapresiasi karya dan usaha mereka. Acting yang natural, penokohan yang sederhana, dan puisi-puisi roman sudah menjadi kekuatan difilm ini. Semoga sukses dan banyak yang nonton. Secara keseluruhan saya suka dengan film Rompis karena, Puisi yang menjadi ciri khas di film ini juga sangat dominan, tak heran kalau sahabat rompis dibuat baper sama puisi-puisinya roman.. :D 

Buat yang penasaran, belum nonton dan suka banget sama puisi, kalian wajib nonton Rompis! eh lebay banget ya , hehe pokoknya yg suka sama puisi, saya rekomendasiin kalian buat nonton Rompis! Dan buat kalian yang akan nonton jangan lupa sensor mandiri yah gengss, ambil baiknya, buang buruknya. Kita harus menjadi penonton yang bijak, yang bisa menyaring mana yang baik, dan mana yang patut dicontoh dari setiap pesan yang disampaikan dalam sebuah film. So, selamat menonton ! Sekian dan terima kasih sahabat rompis.. (Ey)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi