BIOGRAFI


Biografi Pay Jarot Sujarwo


Pay, begitulah Ia disapa oleh teman-temannya. Anak ke-6 dari 6 bersaudara ini merupakan sastrawan yang lahir di Pontianak, 5 Juli 1981. Pasca lulus dari SMA, Pay kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Jogjakarta. Meskipun hanya aktif hingga semester 5 dijurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Namun, prestasi dan bakat sastra yang dimiliki oleh Pay tidak perlu diragukkan lagi. Tidak tertarik dengan dunia kampus yang kebanyakan hanya teori, kemudian Pay ikut bergabung dan aktif  di Sanggar Teater KSP, Jogjakarta.
Melalui Sanggar, Pay banyak mendapatkan pelajaran tentang dunia sastra.  Selain mengikuti Sanggar, Ia juga memulai karirnya semenjak kelas 3 SD. Kesukaannya terhadap menulis buku harian, telah menghantarkan dirinya menjadi sosok penulis yang  inspiratif.  Namanya mulai dikenal ketika tahun 1999 tulisannya dimuat  di berbagai media cetak, diantaranya : Koran Tempo, Kedaulatan Rakyat, Harian Bernas, Minggu Pagi, Solopos, Lampung Post, Suara Pembaruan, dan masih banyak lagi.
Selain mempublikasikan tulisannya di Media Cetak, Pay juga beberapa kali memenangkan sayembara kepenulisan tingkat nasional yaitu (1) Sayembara Penulisan Cerpen yayasan Cakra Pustaka, Surakarta (2002). (2) Kumpulan Cerpen Terbaik Balairung, Yogyakarta (KCTB, 2003). (3) Puisi terpuji pada sayembara penulisan puisi nasional yang diselenggarakan oleh Tabloid Nyata, Surabaya (2008). (4) Juara II Lomba Tulis Nusantara Kategori Non Fiksi Kemenparekraf (2014).
Pay merupakan salah satu penulis yang produktif diKalimantan Barat. Proses perjalanan hidup yang tidak mudah pun dirasakan olehnya. Mulai dari tidak didukung oleh orang tua, hingga penerbitan buku yang dilakukannya secara independen. Menulis, memproduksi, dan promosi, semuanya dilakukan sendiri olehnya.
Namun, perjuangan tersebut akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2005, Pay pulang ke tanah kelahirannya di Pontianak dan mulai menulis buku. Tercatat sampai saat ini, Pay sudah mencetak sebanyak 16 buah buku. Buku pertama yang ditulis olehnya  adalah Nol Derajat (Kumpulan Cerpen Bersama, Pena Khatulistiwa, 2005). Kemudian ada juga Sepok, Sepok  Duak!, dan Sepok Tige. Tiga buku ini,  menceritakan tentang orang kampung, yang kampungan di kampung orang. Cerita yang ada didalamnya merupakan hasil dari perjalanannya Pay sendiri. Selanjutnya, buku terbaru yang diterbitkannya adalah Rute yaitu catatan tentang kembara (Yogyakarta – Jakarta – Pontianak – Bulgaria).
Selain menulis, Ayah dari satu orang anak ini juga merupakan pecinta traveling! Februari – Juni 2010 Ia pergi  ke Bulgaria. Tidak hanya traveling, Ia juga menulis buku mengenai perjalannya tersebut. Desember 2011 – Maret 2012, Ia kemudian traveling ke Belanda, Spanyol, Portugal. Ia juga Sempat membacakan sebuah sajaknya di Amsterdam. Beberapa buku yang ditulisnya, selain tersebar di Indonesia, juga menjadi koleksi Cornel University Library Amerika Serikat, Yale University, Amerika Serikat, Perpustakaan KITLV, Leiden, Belanda, dan National Library of Australia.
“Taat syarat tanpa tapi dan nanti” itulah motto Pay yang hingga saat ini masih menjadi pegangan dalam hidupnya. Karya sastra yang diciptakan olehnya sangat bermanfaat bagi kehidupan. Memberi kesadaran kepada kita sebagai pembaca, tentang kebenaran-kebenaran hidup, walaupun dilukiskan dalam bentuk fiksi. Tulisannya memiliki nilai moral dan spiritual yang dapat menjadi pelajaran. Melalui tulisannya, Ia ingin beribadah kepada Allah SWT dan menjadikannya tulisannya sebagai amal jariyah. Tidak hanya sekedar menulis saja, tetapi dengan maksud untuk menyampaikan pemikiran, pemikiran yang tidak berkiblat pada dunia Barat. Dengan demikian, harapannya orang-orang bisa berpikir secara benar dan mencapai kebangkitan yang hakiki. (Ema) 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi