TIDAK ADA YANG PERCUMA DALAM BERBUAT BAIK

‎“TIDAK ADA YANG PERCUMA DALAM BERBUAT BAIK”‎

https://www.youtube.com/watch?v=EQdw15qAHNE



USTADZ LUQMANULHAKIM

A'udzubillahi minasysyaithonirrajim...‎

Bismillahirrahmanirrahim..‎

Alhamdulillahi rabbil’alamin...‎

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatim mushsholihat...‎

Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya laula anhadanallah...‎

Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad, wa ‘ali sayyidina muhammad...‎

Qala rabbish rahli shadri wa yassirli amri, wahlul uqdatan min lisani, yafqahu qauli,.. 

Allahumma inna nas-aluka ilman nafi'an, wa rizqon wasi'an halalan thayyiban wa amalan ‎mutaqabbalan...‎

Allahumma inna na’udzubika min ilmin laa yanfa’, wa min qalbin la yakhsya’, wa min da’watin la ‎yustajabulaha.‎


Abang kakak yang dirahmati oleh Allah, beberapa waktu yang lalu kita bahas ada dua hal yang ‎merusak. Bangga diri, merasa tinggi, merasa sudah sholeh, merasa sudah keren. Itu merusak ‎karena menyebabkan orang jadi ujub dan jadi sombong. Kalau ujub, itu merasa diri sudah baik. ‎Dia bangga dengan kebaikan-kebaikan dalam dirinya. Tapi kalau al-kibru, sombong merasa baik ‎dan meremehkan orang lain. Rasulullah saw bilang tidak akan masuk surga orang yang di dalam ‎hatinya ada kesombongan walau sebesar biji sawi. Selanjutnya, yang tidak boleh adalah putus ‎asa. Ada mulai kalimat-kalimat tidak mungkin, mustahil, susah. Kalimat-kalimat putus asa. ‎Kenapa putus asa tidak boleh? Teman-teman buka surah al-Ahzab. Di situ ada ayat motivasi, ‎teman-teman yang sedang bergerak, beraktivitas di seluruh Indonesia, apapun pergerakannya, ‎selama itu kebaikan, pasti ada ujiannya. Dan lihat, Allah bilang ape.‎


اِذْ جَاۤءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِذْ زَاغَتِ الْاَبْصَارُ وَبَلَغَتِ ‏الْقُلُوْبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوْنَا۠ ۗ - ١٠‏

‎“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika ‎penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu ‎berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.” (QS. Al-Ahzab 33: 10)‎


Setiap orang itu diliputi dengan ujian, yaitu ketika mereka sudah di puncak ujian. Sudah di depan ‎mata, seperti Nabi Musa, dikepung dan di depannya ada laut. Saat masalah sudah memuncak, ‎kita kedatangan iblis. Dan iblis itu tidak menyuruh kita selain kita putus asa. Wa tazunnuna ‎billahizzununa. Makin bulat, makin runyam, makin ruwet masalahnya, makin terik, putus. Apa ‎yang dimaksud? Teman-teman, jika suatu masalah sudah memuncak, itu biasanya sudah dekat ‎dengan jalan keluar. Tapi, orang-orang lebih memilih putus asa daripada jalan keluarnya.‎


Kayak saya ngurus masjid digoda oleh setan. Tuh kan harus mencari rezeki, ngapain ngurus ‎masjid. Tapi kan yang namanya rezeki tidak harus berupa uang. Kemudahan dalam persalinan. ‎Bunda Uung itu mau shalat ashar, melahirkan Fayyad dalam WC. Fayyad itu lahir 4 kg, panjang ‎‎53 cm. Darimana nama itu. Kakek Rasulullah. ‎


Kenapa kakek Rasulullah disebut al-Fayed (banjir), karena apa-apa suke ngasih orang. ‎Nyembelih unta, bukan lagi kambing. Kerjanya itu menjamu orang, siapa dia? Abdul Muthalib. ‎Belum masuk Islam, tapi fitrahnya sudah baik. Dapat cucu laki-laki, senang sekali. Begitu juga ‎lahirnya Fatih, waktu saya mengisi kajian di gang-gang, dapat doa dari ibu-ibu ta’lim. Semoga ‎lahiran anak saya lancar. Dari situ saya yakin, jangan pernah meremehkan doa orang lain. Siapa ‎tau doa dia menembus langit kan? Ini ajaran kyai, minta doa dari siapapun. Kita tidak tau dari ‎mulut siapa doa itu dikabulkan.‎


Saat sedang dalam masalah, saat sedang di puncak-puncak. Di situ iblis menginstal kalimat putus ‎asa, apa itu? PERCUMA. Percuma kau sholat, sakit juga kan? Percuma kau ngasih makan orang, ‎tidak juga dapat hadiah? PERCUMA. Nah, abang kakak yang baik dan dirahmati Allah, nanti iblis ‎akan menginstal kalimat menyesal, dimana kita dipojokkan dan menyesal atas kebaikan yang ‎kita lakukan. Padahal, kebaikan itu selalu ada balasannya. Mana ada percuma, gak ada. Tidak ada ‎yang percuma dalam Islam itu.‎


Saya teringat ketika saya baca buku-buku motivasi. Ada seorang anak muda yang disuruh ‎mengisi air oleh gurunya, mirip film kungfu begitulah. Saking miskinnya gurunya, hanya punya ‎dua ember, bocor lagi. Dari bawah dia ambil air, penuh, datang ke bawah tinggal sedikit. Sehari ‎minimal 50 sampai 100 kali bolak-bolak. Ape guru nih, sudah lebih dari setahun tidak diajarkan ‎jurus-jurus. Kesal dia, sudah putus asa, dilemparkan embernya. Ya iyalah sudah lebih setahun ‎saya di sini, melakukan hal yang sia-sia, kayak tak ade kerjaan. Ember bocor. Coba ke sini kata ‎gurunya, dipukul dan diape-apekan, gak terase. Tubuhnya sudah kuat dan berbentuk. Ini ujian ‎kesabaran bagimu, coba lihat jalan yang kamu lewati, air yang netes dari ember itu ‎menumbuhkan bunga-bunga yang indah di sepanjang jalan.‎


Bahasa netes kita itu istiqomah ya. Jangan pernah remehkan berbagi beras. Pondok pesantren ‎itu lagi susah, banyak sekali. Banyak orang yang mau memasukkan anaknya gratis, mau gak mau ‎pondok menerima, bukan karena kyainya ada income, tapi karena yakin sama Allah. Beras itu ‎bagi kita murah, gerakannya memang kecil, tapi dampaknya sangat besar. Karena itu yang ‎mereka butuhkan sehari-hari. Butterfly effect.‎


Butterfly effect itu sebuah teori, kepakan sayap kupu-kupu di suatu tempat yang di tempat ‎lainnya itu bisa sampai menghasilkan tornado. Padahal hanya kepakan kupu-kupu. Itu diteliti ‎oleh ahli-ahli, dihitung. Dunia-dunia motivasi. Tapi, saya tidak menyesal dan menyesalinya, ‎karena saya yakin tidak ada yang sia-sia. Dunia dakwah ini juga seperti MLM, ketemu orang ‎closing, closing. Jadi, kawan-kawan semua. Butterfly effect itu adalah sesuatu yang besar yang ‎dihasilkan oleh sesuatu yang kecil namun dilakukan berulang-ulang. Jika kebaikan yang antum ‎lakukan, berulang-ulang, itu yang disebut istiqomah. Antum lakukan kebaikan berulang-ulang, ‎itulah namanya butterfly effect. Nanti hadiahnya, Allah yang kasih. Tugas kita adalah ‎berprasangka baik. Iblis benci sekali, nanti dia ganggu dengan kalimat-kalimat putus asa. ‎


Jadi apa nanti ujiannya bagi orang yang melakukan kebaikan? Putus asa.‎

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالًا شَدِيْدًا - ١١‏

‎“Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang ‎dahsyat.” (QS. Al-Ahzab 33: 11)‎


Antum niatkan semoga menjadi penghafal Al-Qur’an. Setiap hari satu ayat, ini ayat penting ‎semoga tidak putus. Kita baca berulang-ulang. Menghafal al-Qur’an juga kan? Kalau sampai mati ‎belum hafal, itu urusan Allah. Yang penting kita sudah berusaha.‎


Allah ingin bilang ke manusia, pada saat masalahmu sedang di puncaknya, saat sudah mulai ‎datang prasangka-prasangka buruk kepada Allah, di situ sebenarnya kita diuji. Huna likabtuliyal ‎mu’minun. Orang beriman itu diuji di situ. Gak dapat gambaran. Wa zulzilu zilzalan syadida. ‎Teman-teman kenapa disebut dengan zulzilu zilzalan.‎

Ujian itu ada tiga, nomor satu ujiannya namanya BA’SUN. Ujian ringan. Mau ke masjid, hujan ‎rintik-rintik. Mau makan, lauknya habis. Ujiannya kecil, level-level anak kecil. Yang kedua, ‎DHARRUN. Ini mulai berbahaya, sudah menyentuh fisik, patah kaki, keseleo. Sudah menyentuh ‎fisik. Didorong ke parit, dipukul itu namanya dharrun. Yang ketiga ada ZULZILU. Itu kayak tadi ‎tuh, Hati dan jiwa. Darimana ustadz dapat ini? Al-Baqarah 2: 214.‎


اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ ‏مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ‏مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ - ٢١٤‏

‎“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu ‎‎(cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa ‎kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-‎orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, ‎sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS. Al-Baqarah 2: 214)‎


Saya saat sedang putus asa, mau melahirkan anak, duit tak punya, insight tak ada. Saya ‎pegang Qur’an, mata nasrullah. Oh iya, sampai Rasul pun bilang gitu. Dan orang-orang ‎yang beriman bersamanya, itu semuanya bertanya, kapan datang pertolongan Allah? ‎Dijawab langsung sama Allah, ketahuilah, pertolongan Allah itu dekat. Ketika masalahnya ‎sudah memuncak, sudah sakit. PUTUS. Selesai masalahnya. Kata guru saya, malam ketika ‎semakin gelap artinya sudah mau datang subuh. Begitu juga dengan masalah, ketika ‎sudah tegang, memuncak, berarti dekat dengan jalan keluarnya. Bersama kesulitan ada ‎kemudahan, tenang jak, selalu ada jalan keluarnya asal kita tidak putus asa.‎


Di surah al-Ahzab tadi, kita kembali. Huna likabtuliyal mu’minuna zilzalan sadida. Teman-‎teman pernah dengar istilah telur di ujung tanduk? Menunjukkan suatu yang berbahayam ‎bentar lagi jatuh, itu seperti orang beriman yang punya masalah. Di ayat ke-12nya.‎

وَاِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اِلَّا ‏غُرُوْرًا - ١٢‏

‎“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, ‎‎“Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka.”“ (QS. Al-Ahzab 33: ‎‎12).‎


Kalau orang beriman berputus asa, maka dia bisa jatuh ke dalam kemunafikan. Antum tau kan ‎dimana tempatnya orang munafik? Asfali minannar. Tetaplah optimis. Rasulullah mengajarkan ‎juga seperti itu. Dalam perang al-Ahzab, digali parit. Belum ada teknologi, gali sendiri, lapar-‎lapar. Perangnya pakai strategi. Jadi kalau mau hijrah itu juga ada step-stepnya, konsultasi. ‎Tanya ke orang yang paham. Kata Allah, orang-orang munafik dan orang yang hatinya ‎berpenyakit akan berkata, janji Allah dan rasulNya itu bohong dan tipu daya belaka. Aku sudah ‎pakai jilbab, tutup aurat baik-baik jak, tapi ndak juga berubah-ubah. Bohong janji Allah itu. ‎Na’udzubillahi min dzalik.‎


Boleh gak berputus asa itu? Kalau kita putus asa, kita langsung jadi orang munafik. Tidak hanya ‎mengatakan janji Allah bohong, tapi juga mendustakan rasul. Jadi, kawan-kawan semua yang ‎saya cintai karena Allah, kalau lagi punya ujian, tetap berprasangka baik kepada Allah, jangan ‎berputus asa. Itu yang saya lakukan saat memikul beras, menetes air mate. Ndak bisa insta story ‎waktu itu. Balek-balek setengah 12 malam, bunda Uung lagi nyusukan anak, bukan dapat duit. ‎Sangat optimis, sangat yakin. Kenapa? Karena saya pernah kecewa berharap sama orang. Kalau ‎saya putus asa, tak jadilah Infaq Beras. Ooh, begitu rupanya berharap sama manusia.‎


When you hope nothing, you will get everything. Maksudnya apa teman-teman? Ketika kita sudah ‎tidak berharap lagi sama manusia, kita akan dapat segala-galanya. But, when you hope something, ‎you will get nothing. Merajuk, duduk di pokok mangga. Ketika engkau berharap sesuatu ke ‎manusia, engkau tidak akan dapat apa-apa. Tapi, jika berharap hanya sama Allah, terbuka ‎pertolongan Allah. Pertolongan manusia terbatas.‎


Jadi kawan-kawan semuanya, hati-hati dengan kalimat PERCUMA. Karena begitu kita bilang ‎percuma, kita akan pindah kuadran menjadi orang munafik. Tidak ada yang percuma di dunia ini, ‎karena semua kebaikan pasti ada balasannya. Mudah-mudahan pada pagi hari ini, kita dapat ‎meyakini, kita dapat keyakinan bahwa hidup kita belum berakhir. Masalah kita kecil, ‎pertolongan Allah itu besar. Selalu ada pertolongan Allah. Abang kakak yang baik, kita doakan ‎semoga semua muslim di seluruh dunia dilindungi Allah, apapun yang kita lakukan hari ini ‎dibalas oleh Allah dengan balasan yang berlimpah. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan ‎pasti ada balasannya. Tetap semangat dan istiqomah, jangan bosan jadi orang baik.

Ustadz Luqmanulhakim ‎

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi