Tazkiyatun nafs
Subuh Menggapai keberkahan (Tazkiyatun nafs)
.
Tazkiyatun nafs adalah penyucian jiwa atau hati dari berbagai noda ataupun kotoran.
Iblis Turun Dan akan Turun dalam 2 moment proyek besar
1. Perang Badar (Perang perdana, Umat Muslim sedikit)
2. Hijrah (Begitu baginda Rasul hijrah, Iblis tidak diwakilkan. Iblis akan terus Turun pada orang2 yang melakukan hijrah. Paling Jelas adalah prasangka Buruk. Kalaupun Kalian tetap Istiqomah melakukan kebaikan di Pondok ini yang paling ikhlas kayanya hanya ente lah, (Kalian bilang Kayanye Iyelah) Iblis Membawa nya kepada sifat ujub.
Hati2 musuh kita itu jahat, musuh ini tidak akan berkutik kalau kita minta pertolongan Allah. Ketika dia tidak berhasil memasukkan kita kembali bab maksiat, maka Iblis akan memasukkan kita kedalam bab ujub, takabur, merasa diri lebih baik, dan merendahkan orang lain.
Jadi orang itu dibuat beranggapan bangga dengan kebaikan Dan amal sholeh nya. Makanya kita hanya bilang bahwa kita (orang² munzalan) hanya sebagai pengantar, yang baik adalah orang2 yang diluarsana atau donatur. Ini akan membuat kita rendah hati kalau kita mengerti tazkiyatun nafas.
Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu dari Allah kecuali dengan Cara mentaati nya. Ada sebuah cerita Seorang anak murid yang datang kepada seorang guru. Gurunya ini Miskin harus bekerja dulu baru dapat makan.
Kemudian guru ini memiliki seorang Abang yg juga guru. Menyuruh murid nya Meminta nasihat kepada abang guru. Bang guru kaya Dan memberikan nasihat "jangan kamu cinta dunia". Maka sang murid pun Pulang Dan menyampaikan nasihat Abang guru kepada gurunya.
Si murid bertanya2 kenapa Abang guru menyampaikan nasihat Begitu padahal gurunya sangat Miskin. Kemudian gurunya menjawab Abang Ku itu bukan cinta dunia, tapi dunia yang cinta dengan beliau. Kemudian muridnya terheran heran.
.
Rezeki itu Jangankan diambil orang, tertukar pun tidak mungkin. Maka bersyukurlah Kita masih diberikan kesempatan untuk beramal Sholeh.
Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu yang ada di sisi Allah Kecuali dengan mentaatinya.
Rabu 26 Agustus 2020
Pemateri : Ust. Luqmanulhakim
Komentar
Posting Komentar