Filantropi
Assalamualaikum
wr.wb, hay guyss tulisan saya kali ini, merupakan salah satu dari sekian
banyaknya tugas yang telah diberikan oleh salah satu Dosen saya yakni mengenai
newsletter atau Eksperimen Sosial. Nah dikesempatan saya kali ini, saya lebih
memilih untuk menulis yang mengenai Filantropi. penegn tahu apa jawannya?
berikut ini adalah tulisan yang sederhana dan ditulis oleh orang yang sederhana
pula
Semangat
Juang Hingga Usia Senja
Diawali
dengan sebuah kutipan dari seorang tokoh besar “Jika anda terlahir dalam
kemiskinan itu bukanlah kesalahan anda,tapi jika anda mati dalam kemiskinan itu
adalah kesalahan anda (Bill Gates) .” Setiap
orang tentu ingin dilahirkan dalam keadaan kaya dan sejahtera. Namun takdir
telah berkata lain, beberapa orang ada yang kurang beruntung karena terlahir di
keluarga yang kurang mampu. Namun hal ini tak lantas membuat kita mengeluh atas
apa yang telah Allah berikan kepada kita. Hal ini lah yang terjadi pada seorang
bapak tua yang tinggal di Sudut kota Pontianak.
Pak
Saad, demikianlah ia dipanggil. Kurang
lebih sudah 20 tahun pak saad bekerja sebagai seorang kuli. Dengan pekerjaan
inilah ia dapat makan dan mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Pak Saad bekerja di daerah kapuas indah,
Pontianak. Dengan bermodalkan semangat,
pak Saad bekerja mulai dari pukul 07.00 - 03.00 Wib. Kini
di 75 tahun usianya, ia masih tetap memacu semangat untuk terus bekerja. Tangan-tangan
tua pak Saad masih sangat terampil mengangkat barang. Meskipun pak Saad
memiliki 5 orang anak, namun tak ada satu orangpun yang perduli terhadapnya.
Oleh karena itu, bapak yang sudah lanjut usia ini pun harus menghabiskan masa
tuanya dengan terus bekerja. Kaki rentan pak Saad masih kokoh bergerak
menyusuri jalanan terminal demi lembaran rupiah. Biasanya ia digaji sebesar
Rp.30.000 - 40.000.
Disisa-sisa
usia tuanya, pak Saad mencoba bertahan diatas pahit getirnya kehidupan. Rasa
syukur atas segala yang ada selalu mengingatkan pak Saad, bahwa hidup yang
masih bisa dijalaninya hingga saat ini, tak lain adalah anugerah dari Allah
SWT. Hal
yang miris ketika yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, rasa
kepedulian terhadap sesamapun semakin luntur. Semua itu adalah ketimpangan
sosial yang semakin merajalela. Semangat Pak Saad yang tidak pernah padam
seakan menjadi cambuk bagi kita yang masih produktif. Jika dengan usianya yang
sudah lanjut usia saja bisa begitu besar semangatnya, lantas bagaimana dengan
kita yang masih muda namun waktunya habis digunakan untuk bermalas-malasan ?
Ya
begitulah kehidupan, kadang orang yang sudah berkecukupan sering tidak
bersyukur atas apa yang telah mereka miliki. Kadang mereka yang memilki banyak
waktu tapi begitu mudah membuang waktunya tanpa hal-hal yang bermanfat. Tanpa
mereka sadari ada orang yang lebih menderita, ada orang yang lebih sulit, ada
orang yang ingin hidupnya lebih baik seperti mereka.
Lagi
lagi kita tidak bisa menentang takdir, ujian yang dijalani pak Saad adalah
tarbiyah yang diberikan oleh Allah SWT. Mau tidak mau, suka atau tidak suka pak
Saad harus terus berjalan menjalani kerasnya ujian hidup. Meskipun begitu, selalu
ada cara baginya untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. tak harus selalu dengan
cara yang mewah, sebab bersyukur dan menjadi bahagia bisa dilakukan dengan cara
yang sederhana. Tetap semangat pak Saad, teruslah berjuang karena kaya bukan
tanda mulia, dan miskin bukan tanda hina. Tetaplah menjadi inspirasi untuk kami
semua. Segala bentuk kesabaran, dan keikhlasan hati yang tulus, niscaya akan
membuahkan sebuah kebahagiaan sejati bagi hambaNya tepat pada waktunya. (ey_)
Komentar
Posting Komentar