Analisis Short Movie "Kinetik"


Analisis Short Movie 

“KINETIK”
a.

     Sinopsis film
Film Kinetik diproduksi dan disutradarai oleh Putri Tanjung. Film ini dibuat lantaran sebagian besar generasi muda dinilai tidak peduli terhadap isu ketimpangan sosial yang terpampang dengan jelas di lingkungan sekitarnya. Namun, Putri Tanjung mencoba mendobrak stigma yang melekat pada anak muda itu.Ia kemudian mengampanyekan gerakan bernama “Muda Bergerak”. Muda Bergerak merupakan sebuah proyek berbentuk kampanye yang digagas oleh anak perempuan Chairul Tanjung, Putri Tanjung.
Kampanye tersebut berbentuk komunitas sosial yang mempunyai tujuan untuk menggerakkan semangat anak muda Indonesia untuk berbuat baik di sekitarnya. Menggugah anak muda Indonesia untuk bergerak dan berkontribusi di bidang sosial terhadap lingkungan sekitar. Agar masyarakat di sekitarnya bisa ikut merasakan kehidupan yang lebih baik. Kegiatan pertama kampanye ini diawali dengan pembuatan sebuah film pendek berjudul Kinetik. Film itu dibintangi oleh Dhea Seto, Kenny Austin dan Reval Hady
Kinetik bercerita tentang kehidupan tiga anak muda bernama Karim, Dhea, dan Kevin yang telah sukses di bidangnya masing-masing. Karim sebagai seorang desainer interior, Dhea sebagai penari, dan Kevin sebagai programmer. Namun, ketiga anak muda tersebut merasa belum puas dengan kesuksesan yang mereka miliki. Hingga Salah satu tokoh utama, yakni Karim, menemukan sebuah foto masa lalu yang membuat ia tergerak untuk memperbaiki salah satu sekolah yang ada di Desa yang tak jauh dari kota Jakarta. .
Film tersebut berkonsep semi real. Di film turut digambarkan proses renovasi satu bangunan sekolah yang berlokasi di Desa. Interaksi antara pemain dan anak-anak sekolah tersebut sampai ke proses renovasi bersifat nyata terlihat dari adegan-adegan yang ada di film tersebut sangat tulus dan alami.  Kondisi sekolah yang tidak memungkinkan menjadi alasan untuk mereka memajukan lingkungan sekitarnya dengan cara memperbaiki dan mendesain ulang sebuah sekolah di Desa.
Berikut link youtube dari Short Movie kinetik  ( https://www.youtube.com/watch?v=4-A1pfYAFxE )
b.    Pesan Propaganda
            Kemajuan teknologi membuat zaman semakin berubah. Begitupun dengan propaganda yang di lakukan oleh beberapa orang ataupun kelompok tertentu. Saat ini propaganda tidak hanya dilakukan dari mulut ke mulut namun disampaikan melalui film-film yang sengaja di produksi untuk mempengaruhi para penontonnya. Tak bisa dipungkiri bahwa Film tidak hanya berisi mengenai informasi, hiburan, pendidikan atau nilai moral, namun juga dapat berisi nilai propaganda.  
            Media film saat ini menjadi sarana propaganda yang efektif. kemajuan dunia film yang mampu menampilkan audio dan visual menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton untuk akhirnya dapat menghayati dan masuk kedalam cerita tersebut.  Propaganda diartikan sebagai penyebaran pesan yang telah direncanakan untuk memengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok masyarakat. Propaganda merupakan kebenaran menurut versi sang propogandis dengan menggunakan cara-cara persuasive untuk mengubah atau memengaruhi masyarakat atau masa yang menjadi targetnya.
            Tujuan propaganda dari film pendek Kinetik adalah untuk mengubah pikiran kognitif dan membangkitkan emosi para targetnya yakni para pemuda Indonesia dan tentunya masyarakat yang ada  agar “terus bergerak untuk sebuah perubahan”. Film ini sengaja diproduksi  untuk mengubah sikap, pandangan, pendapat, dan tingkah laku para pemuda yang dinilai tidak peduli terhadap masalah sosial yang ada. Tujuan ini mencakup perolehan dan penguatan atau perluasan dukungan rakyat dan mempertajam atau mengubah sikap dan cara pandang terhadap stigma negatif yang di berikan kepada para pemuda Indonesia.
            Maka dari itu melalui film ini para pemain film Kinetik sengaja ingin membujuk massa atau kelompok social dengan cara yang halus yang disusun secara sistematis untuk mempengaruhi pikiran serta tindakan dari para khalayak. Dengan menggerakkan semua pemuda khususnya yang ada di Jakarta untuk lebih perduli dengan masalah-masalah sosial yang ada disekitar mereka.
            Propaganda tidak hanya bernilai negatif namun juga dapat bernilai positif seperti propaganda yang dilakukan dalam film kinetik ini adalah propaganda yang berisikan nilai-nilai positif yang sengaja diberikan untuk mempengaruhi masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan. Dengan propaganda ini di harapkan agar masyarakat dapat terpengaruh dan bertindak sesuai dengan yang diharapkan sang propaganda.
            Berbicara mengenai propaganda maka tak bisa lepas dari yang namanya karakteristik Propaganda. Karakter dari propaganda terdiri; (1) persuasive function (fungsi membujuk). Sebuah pesan dapat dikatakan sebagai propaganda apabila memenuhi karakteristik dari propaganda. Termasuk salah satunya adalah fungsi membujuk, adanya pesan yang berisikan ajakan yang membujuk yang dilakukan dengan sengaja dan dirancang untuk mengubah sikap masyarakat, dan termasuk pemuda.
            Jadi propaganda ini merupakan sebuah komunikasi yang dilakukan secara sadar dan direncanakan untuk tujuan-tujuan tertentu. Seperti yang akan kita bahas nanti mengenai teknik-teknik propaganda. Ada beberapa moment yang berisi membujuk di film kinetik. Maka akan kita bahas lebih lanjut pada bagian teknik-teknik propaganda.  
            Kemudian karakteristik yang selanjutnya adalah ; (2) Sizeable target audience (target khalayak bisa diukur). Sasaran dari propaganda adalah masyarakat dan para pemuda khususnya di Jakarta. Proses segmentasi target audiens propaganda dilakukan serupa selayaknya segmentasi target pasar. Segmentasi audiens dilakukan melalui beberapa indikator, antara lain mencakup kondisi demografi, geografi, psikografi, dan gaya hidup audiens.Selanjutnya adalah (3) representation of a specific group’s agenda (representasi dari agenda kelompok tertentu )  karakteristik dari propaganda yaitu adanya proses dimana sebuah objek ditangkap oleh indra seseorang kemudian akan diungkapkan semuanya yang berasal dari agenda kelompok tertentu yang kemudian dilakukan  untuk menyampaikan propaganda.
               Yang terakhir dari karakteristik propaganda adalah ;(4) use of faulty reasoning and / or emotional appeals (penggunaan alasan yang salah dan / atau daya tarik emosional) pesan dalam propaganda memiliki karakteristik.  Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya. 
               seringkali menyesatkan di mana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu. Bukan propaganda namanya jika tidak ada maksud dan tujuan di balik pesan dan informasi yang diberikan. Maka dalam hal ini, kareakteristik dari propaganda merupakan informasi satu arah berlawanan dengan komunikasi yang mempunyai dua arah dan interaktif. 4 Karakteristik inilah yang akan menjadi acuan apakah sebuah pesan tersebut termasuk kedalam jenis propaganda atau bukan.  

c.     Teknik Propaganda
Didalam film pendek kinetik, terdapat teknik-teknik propaganda yang akan kita bahas lebih dalam. Diantaranya adalah;

1)     Card Stacking
            Card Stacking merupakan salah satu dari teknik propaganda. Teknik ini memberikan sudut pandang  mengenai Jakarta namun tidak sepenuhnya memberikan informasi mengenai Jakarta karena yang di sampaikan oleh teknik ini adalah hal-hal yang bersifat positif bukan negatif. Gambar diatas adalah gambar yang terdapat pada  film kinetik. Dan gambar tersebut menunjukan kemegahan kota Jakarta. Sebenarnya teknik ini tidak bermaksud untuk berbohong hanya saja, teknik ini menutup-nutupi fakta atau kehidupan yang sebenarnya terjadi di Jakarta.
            Menutup-nutupi fakta yang buruk. Sehingga tidak semuanya di sampaikan. Hanya beberapa informasi saja yang memang dianggap penting dan dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan dari  masyarakat. Propaganda pada film ini terletak pada menit ke 00 : 15 menit yang berbunyi sebagai berikut; “Jakarta..kemegahan kota nya sekan menjanjikan banyak orang. untuk mewujudkan semua khayalan serta angan-angan.”
            Pada naskah ini menunjukan bahwa kota Jakarta adalah tempat yang megah. Tempat dimana orang-orang berkumpul untuk dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita. Padahal tidak selamanya seindah itu, karena yang kita tahu kota Jakarta adalah salah satu kota yang rawan dengan tindak kejahatan. Kota Jakarta adalah kota yang sangat macet. Kota Jakarta adalah kota yang sering adanya penipuan. Tetapi melalui teknik ini keburukan-keburukan mengenai kota Jakarta tidak di sampaikan, hal ini karena untuk melakukan propaganda kepada masyarakat bahwa hidup di Jakarta itu nyaman dan indah.  

2)     Assertion
            Assertion merupakan salah satu teknik propaganda yang mengemukakan sebuah ide kedalam fakta. Sebuah teknik yang mengemukakan id yang sebenarnya dapat dikemukakan. Pada propaganda teknik ini , terletak pada film pendek kinetik yakni pada opening menit ke 00 : 57 yang berbunyi “Lelah itu sudah pasti tapi demi mimpi kita harus terus berlari”. Gambar diatas sudah menunjukan sangat jelas betapa sulitnya hidup di Jakarta.  
            Maka dari itu, berpijak pada premis bahwa orang-orang itu sebenarnya mudah dibohongi. Dan pada teknik ini Assertion menyarankan adanya sebuah aksi. Digunakan untuk mempengaruhi orang-orang terutama pemuda untuk berlari melakukan sebuah tindakan. Dan untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Walaupun  perdebatan mengenai  impian sebenarnya dapat terjadi.


3)     Bandwagon
 
Bandwagon merupakan teknik propaganda yang mendorong kita untuk mendukung suatu tindakan atau pendapat karena hal tersebut telah banyak orang lakukan. Teknik penyampaian pesan bisa dalam bentuk pernyataan, gagasan, yang diinginkan oleh banyak orang. Teknik ini berupaya memainkan perasaan khalayak atau massa agar sesuai dengan yang dikehendaki propagandis. kalimat propaganda teknik bandwagon ini terletak pada menit ke 05 : 43 yang berbunyi “Jaman sekarang tempat nongkrong itu harus yang instagramable banget”.
            Dari kalimat tersebut anak muda jaman sekarang sangat suka dengan cafe yang lucu dan menarik, karena bukan cuman buat nikmatin apa yang dihidangkan oleh cafe tersebut namun, cafe juga dijadikan sebagai tempat wisata foto-foto jikalau cafe tersebut nuansanya menarik.  Jaman yang modern ini tempat nongkrong tidak hanya sekedar nyaman namun yang terpenting adalah yang menarik untuk foto-foto atau istilah kerennya instagramable.
            Hal Ini bermaksud untuk mempengaruhi orang-orang atau memanipulasi fikiran orang lain, untuk membuka cafe yang tidak hanya sekedar nyaman, higienis namun juga menarik. Aktor yang bernama Karim seorang desain interior telah merubah cafe tersebut tidak hanya nyaman dan higienis namun juga menarik



4)     Pinpointing The enemy
           
            Pinpointing the enemy merupakan salah satu teknik propaganda yang menyederhanakan masalah yang kompleks menjadi suatu masalah yang simple dan sehingga menunjukan inilah masalahnya, inilah solusinya, dan inilah jalannya jika kita ingin menjadi lebih baik. Teknik ini menemukan satu penyebab dari sekian masalah yang ada. Teknik ini juga mengidentifikasi masalah hanya dari satu sumber saja. Seperti pada film ini yang terdapat pada menit ke 15:12 yang berbunyi  “Ga ada yang mudah untuk membuat sebuah perubahan selangkah demi selangkah, jatuh, bangkit, kuncinya yang penting adalah “kita harus bergerak”.
            Masalah yang kompleks mengenai masalah sosial yang ada saat ini adalah karena kita tidak bergerak, karena kita hanya diam. Maka jika kita inginkan sebuah perubahan yang lebih baik kedepannya maka kita sebagai pemuda harus bergerak. Kurang lebih seperti itu makna pernyataan  yang ingin disampaikan dalam film pendek tersebut. 
            Pinpointing the enemy dengan mudahnya mengatakan bahwa hanya dengan terus bergerak kita dapat melakukan sebuah perubahan yang lebih baik. Teknik ini tidak mengerti bahwa ada proses yang tidak sesimpel yang dikatakan oleh teknik ini.  Namun ya begitulah teknik pinpointing the enemy menyederhanakan sebuah masalah menjadi simpel. Hal ini digunakan untuk mempengaruhi  masyarakat agar masyarakat dapat lebih mudah mengerti persoalan yang ada. Sehingga ia setuju dengan disampaikan oleh sang propaganda.

5)     Glittering generalities
Glittering generalities merupakan salah satu teknik propaganda yang ada didalam film Kinetik. Teknik ini adalah suatu teknik yang yang mengasosiasikan sesuatu dengan suatu kata “bijak” yang digunakan untuk membuat kita menerima dan menyetujui hal itu tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Contoh penggunaan teknik ini pada film Kinetik terdapat pada menit ke 18 : 54.
Gambar pada moment propaganda Glittering generalities bisa kita lihat di atas. Pada sesi ini dubber atau aktor yang bernama karim mengatakan bahwa  Ga ada yang terlambat untuk sebuah kebaikan dan perubahan demi kemajuan anak bangsa”. Penekanan pada kalimat “demi kemajuan anak bangsa” merupakan kalimat yang termasuk glittering generalities.  
Dalam teknik ini kalimat yang digunakan adalah kalimat yang berkonotasi positif, kata-kata bijak dan sanjungan. Teknik ini digunakan untuk mempengaruhi persepsi masyarakat dan pemuda agar mereka ikut mendukung gagasan kinetik dengan terus bergerak untuk menggapai sebuah perubahan. Sebuah kampanye yang memang sedang dilakukan oleh Putri Tanjung.





6)     Plain Folk
            Teknik plain folk merupakan salah satu teknik propaganda yang menggunakan pendekatan untuk menunjukkan bahwa sang aktor rendah hati dan mempunyai empati dengan penduduk pada umumnya. Teknik Plain folk pada film ini terdapat pada menit ke 17 – 32. Pada gambar tersebut menunjukan dan menggambarkan bahwa aktor film Kinetik yaitu karim dan Kevin mencoba untuk membaur dengan masyarakat, ikut bekerja dan membantu penduduk untuk membangun sekolah yang lebih baik.
            Selain itu pada menit ke 14 : 20 ada naskah dubbing yang berbunyi  “gue, dea dan kevin emang udah hidup di zaman yang sudah maju, tapi ternyata belum semua orang merasakan kemajuan itu” . Mereka menciptakan kesan kedekatan dengan nilai dan gaya hidup para masyarakat yang hidup di desa. Mereka secara sadar mengidentifikasi diri mereka sebagai rakyat dengan cara menempatkan diri mereka seolah-olah mereka seperti rakyat juga. Meskipun mungkin dikehidupan nyata mereka tidak pernah ikut turun langsung membangun dan memperbaiki sekolah.
            Teknik ini memperkenalkan  sebuah kesan dan sebuah motif tulus seseorang yang turun ke dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Melalui teknik ini, para aktor berupaya meyakinkan khalayak bahwa gagasan mereka memang berkaitan dengan keseharian rakyat biasa. Dan menunjukan bahwa pemuda juga perduli, pemuda juga peka terhadap masalah sosial.

7)     Transfer
            Transfer merupakan teknik propaganda yang menggunakan seseorang atau suatu simbol atau sebuah tanda yang sudah terkenal. Pada film Kinetik terdapat simbol yakni bendera merah putih yang menunjukan bahwa pada dasarnya Indonesia telah merdeka, namun apakah merdeka itu sudah dirasakan oleh semua orang ?? atau hanya di rasakan oleh orang-orang yang ada di Kota Jakarta. Bagaimana dengan desa yang hanya berjarak 2 jam dari Jakarta ?
            Kenyataannya masih banyak orang-orang yang belum merasakannya. Pesan itulah yang ingin disampaikan oleh sang propaganda. Jangan sampai merdeka itu hanya untuk orang-orang tertentu saja, jangan sampai merdeka itu hanya bagi kalangan konglomerat saja. Karena sejatinya mereka juga berhak untuk merdeka. Berhak untuk merasakan bahagia.
            Hal ini  bermaksud untuk mempengaruhi penonton secara psikologis untuk ikut dalam kampanye Muda Bergerak. Yang muda yang bergerak, yang muda yang berkarya. Masa muda bukan hanya dihabiskan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, bukan hanya untuk bersenang-senang dengan teman. Bukan hanya untuk menhabiskan uang. Tapi masa muda digunakan untuk hal-hal yang positif. Hal-hal yang berguna bagi masyarakat sekitar, bagi agama dan bagi negara. Pemuda harus bergerak. Inilah yang coba  ingin disampaikan para aktor, sutradara dan produser dari  film ini.   

8)     The lesser of two evils
            The lesser two evils merupakan salah satu teknik terakhir yang terdapat pada film pendek kinetik. The lesser of two evils ini merupakan teknik propaganda yang berisi tentang pilihan 2 alternatif yang sama-sama buruk. Namun pada akhirnya mereka tetap harus memilih satu diantara keduanya mana yang lebih baik. Teknik propaganda ini terdapat pada menit ke 20 : 39 yakni berdasarkan gambar atau visualisasi tidak dengan teks atau percakapan. Gambar tersebut menunjukan 2 pilihan. Apakah anak-anak ingin sekolah dengan kondisi sekolah yang seadanya atau mereka tidak sekolah ?
            Dalam hal ini mereka dihadapkan antara dua pilihan yang sama-sama buruk. Namun bersekolah dengan keadaan sekolah dan kelas yang seadanya jauh lebih baik ketimbang harus tidak sekolah. Begitupun pesan propaganda yang ingin disampaikan oleh film ini. Pendidikan sangat penting tidak perduli seburuk apapun kondisi sekolah kita. yang terpenting kita masih dapat belajar. Karena suatu saat akan ada pemuda-pemuda pahlawan yang perduli terhadap lingkungan. Merekalah yang nantinya akan terus bergerak dan berkarya.    

d.    Kesimpulan
            Produser sekaligus sutradara dari film kinetik Putri Tanjung, bertindak dengan mengkampanyekan program “Muda Bergerak” untuk menginspirasi para pemuda Indonesia, khususnya Jakarta. Ia juga ingin menggerakkan mereka agar berbuat positif untuk bangsa. Salah satunya melalui film pendek ini.
            Berdasarkan dari Short movie Kinetik kita dapat mengambil kesimpulan bahwa terdapat propaganda yang dilakukan oleh aktor, sutradara maupun produser untuk mempengaruhi pikiran, persepsi, dan tindakan masyarakat. Mengubah pikiran masyarakat dan membangkitkan emosi masyarakat untuk setuju dengan kampanye “Muda Bergerak” pemuda Indonesia harus terus bergerak untuk sebuah perubahan. Film ini mengajak pemuda berkarya dan peduli sesama.
            Stigma yang terlanjur melekat pada diri pemuda mengenai ketidakpeduliannya terhadap masalah sosial menjadi fokus pada kampanye Muda Bergerak. Melalui film inilah ingin disampaikan dan dengan teknik propaganda yang ada demi tujuan untuk menggerakkan para pemuda Indonesia. Untuk lebih peka, untuk lebih perduli, untuk lebih mengerti dan memahami permasalahan sosial yanga ada di sekeliling mereka.Melalui film pendek ini, mereka ingin menggunakan pendekatan secara emosional kepada masyarakat untuk mempengaruhi pikiran dan tindakan masyarakat.    
            Seperti pada kutipan pada film yang mengatakan bahwa “Bahagia itu bisa terasa dua kali lipat ketika kita bisa membahagiakan orang lain. Dan ini bukan tentang apa yang kita punya tapi ini tentang apa yang kita bisa lakukan untuk orang disekitar kita. inilah makna kebahagiaan yang sesungguhnya” maka kita yang diberikan kelebihan maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk berbagi kepada orang lain, berbagi kebahagiaan, berbagi canda dan tawa kepada mereka yang sedang membutuhkan kita.  
             




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi