Analisis Short Movie "Kinetik"
Analisis
Short Movie
“KINETIK”
a.
Sinopsis
film
Film
Kinetik diproduksi dan disutradarai oleh Putri Tanjung. Film ini dibuat
lantaran sebagian besar generasi muda dinilai tidak peduli terhadap isu
ketimpangan sosial yang terpampang dengan jelas di lingkungan sekitarnya.
Namun, Putri Tanjung mencoba mendobrak stigma yang melekat pada anak muda
itu.Ia kemudian mengampanyekan gerakan bernama “Muda Bergerak”. Muda Bergerak
merupakan sebuah proyek berbentuk kampanye yang digagas oleh anak perempuan
Chairul Tanjung, Putri Tanjung.
Kampanye
tersebut berbentuk komunitas sosial yang mempunyai tujuan untuk menggerakkan
semangat anak muda Indonesia untuk berbuat baik di sekitarnya. Menggugah anak
muda Indonesia untuk bergerak dan berkontribusi di bidang sosial terhadap
lingkungan sekitar. Agar masyarakat di sekitarnya bisa ikut merasakan kehidupan
yang lebih baik. Kegiatan pertama kampanye ini diawali dengan pembuatan sebuah
film pendek berjudul Kinetik. Film itu dibintangi oleh Dhea Seto, Kenny Austin
dan Reval Hady
Kinetik
bercerita tentang kehidupan tiga anak muda bernama Karim, Dhea, dan Kevin yang
telah sukses di bidangnya masing-masing. Karim sebagai seorang desainer
interior, Dhea sebagai penari, dan Kevin sebagai programmer. Namun, ketiga anak
muda tersebut merasa belum puas dengan kesuksesan yang mereka miliki. Hingga
Salah satu tokoh utama, yakni Karim, menemukan sebuah foto masa lalu yang membuat
ia tergerak untuk memperbaiki salah satu sekolah yang ada di Desa yang tak jauh
dari kota Jakarta. .
Film
tersebut berkonsep semi real. Di film turut digambarkan proses renovasi satu
bangunan sekolah yang berlokasi di Desa. Interaksi antara pemain dan anak-anak
sekolah tersebut sampai ke proses renovasi bersifat nyata terlihat dari
adegan-adegan yang ada di film tersebut sangat tulus dan alami. Kondisi sekolah yang tidak memungkinkan
menjadi alasan untuk mereka memajukan lingkungan sekitarnya dengan cara
memperbaiki dan mendesain ulang sebuah sekolah di Desa.
b.
Pesan Propaganda
Kemajuan teknologi membuat zaman
semakin berubah. Begitupun dengan propaganda yang di lakukan oleh beberapa
orang ataupun kelompok tertentu. Saat ini propaganda tidak hanya dilakukan dari
mulut ke mulut namun disampaikan melalui film-film yang sengaja di produksi
untuk mempengaruhi para penontonnya. Tak bisa dipungkiri bahwa Film tidak hanya
berisi mengenai informasi, hiburan, pendidikan atau nilai moral, namun juga
dapat berisi nilai propaganda.
Media film saat ini menjadi sarana
propaganda yang efektif. kemajuan dunia film yang mampu menampilkan audio dan
visual menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton untuk akhirnya dapat
menghayati dan masuk kedalam cerita tersebut. Propaganda diartikan sebagai penyebaran
pesan yang telah direncanakan untuk memengaruhi sikap dan tingkah
laku seseorang atau kelompok masyarakat. Propaganda merupakan kebenaran menurut
versi sang propogandis dengan menggunakan cara-cara persuasive untuk mengubah
atau memengaruhi masyarakat atau masa yang menjadi targetnya.
Tujuan propaganda dari film pendek
Kinetik adalah untuk mengubah pikiran kognitif dan membangkitkan emosi para
targetnya yakni para pemuda Indonesia dan tentunya masyarakat yang ada agar “terus bergerak untuk sebuah perubahan”.
Film ini sengaja diproduksi untuk
mengubah sikap, pandangan, pendapat, dan tingkah laku para pemuda yang dinilai
tidak peduli terhadap masalah sosial yang ada. Tujuan
ini mencakup perolehan dan penguatan atau perluasan dukungan rakyat dan
mempertajam atau mengubah sikap dan cara pandang terhadap stigma negatif yang
di berikan kepada para pemuda Indonesia.
Maka dari itu melalui film ini para
pemain film Kinetik sengaja ingin membujuk massa atau kelompok social dengan cara
yang halus yang disusun secara sistematis untuk mempengaruhi pikiran serta
tindakan dari para khalayak. Dengan menggerakkan semua pemuda khususnya yang
ada di Jakarta untuk lebih perduli dengan masalah-masalah sosial yang ada
disekitar mereka.
Propaganda tidak hanya bernilai
negatif namun juga dapat bernilai positif seperti propaganda yang dilakukan
dalam film kinetik ini adalah propaganda yang berisikan nilai-nilai positif
yang sengaja diberikan untuk mempengaruhi masyarakat agar lebih peka terhadap
lingkungan. Dengan propaganda ini di harapkan agar masyarakat dapat terpengaruh
dan bertindak sesuai dengan yang diharapkan sang propaganda.
Berbicara mengenai propaganda maka
tak bisa lepas dari yang namanya karakteristik Propaganda. Karakter dari
propaganda terdiri; (1) persuasive function (fungsi membujuk). Sebuah pesan
dapat dikatakan sebagai propaganda apabila memenuhi karakteristik dari
propaganda. Termasuk salah satunya adalah fungsi membujuk, adanya pesan yang
berisikan ajakan yang membujuk yang dilakukan dengan sengaja dan dirancang
untuk mengubah sikap masyarakat, dan termasuk pemuda.
Jadi propaganda ini merupakan sebuah
komunikasi yang dilakukan secara sadar dan direncanakan untuk tujuan-tujuan
tertentu. Seperti yang akan kita bahas nanti mengenai teknik-teknik propaganda.
Ada beberapa moment yang berisi membujuk di film kinetik. Maka akan kita bahas
lebih lanjut pada bagian teknik-teknik propaganda.
Kemudian karakteristik yang
selanjutnya adalah ; (2) Sizeable target audience (target khalayak bisa diukur).
Sasaran dari propaganda adalah masyarakat dan para pemuda khususnya di Jakarta.
Proses segmentasi target audiens propaganda dilakukan serupa selayaknya
segmentasi target pasar. Segmentasi audiens dilakukan melalui beberapa
indikator, antara lain mencakup kondisi demografi, geografi, psikografi, dan
gaya hidup audiens.Selanjutnya adalah (3) representation of a specific group’s
agenda (representasi dari agenda kelompok tertentu ) karakteristik dari propaganda yaitu
adanya proses dimana sebuah objek ditangkap oleh
indra seseorang kemudian akan diungkapkan semuanya yang berasal dari
agenda kelompok tertentu yang kemudian dilakukan untuk menyampaikan propaganda.
Yang terakhir dari karakteristik propaganda adalah ;(4) use of faulty reasoning and / or emotional appeals (penggunaan alasan yang salah dan / atau daya tarik emosional) pesan dalam propaganda memiliki karakteristik. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.
seringkali menyesatkan di mana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu. Bukan propaganda namanya jika tidak ada maksud dan tujuan di balik pesan dan informasi yang diberikan. Maka dalam hal ini, kareakteristik dari propaganda merupakan informasi satu arah berlawanan dengan komunikasi yang mempunyai dua arah dan interaktif. 4 Karakteristik inilah yang akan menjadi acuan apakah sebuah pesan tersebut termasuk kedalam jenis propaganda atau bukan.
c.
Teknik Propaganda
Didalam film pendek kinetik,
terdapat teknik-teknik propaganda yang akan kita bahas lebih dalam. Diantaranya
adalah;
1) Card
Stacking

Card Stacking merupakan salah satu dari
teknik propaganda. Teknik ini memberikan sudut pandang mengenai Jakarta namun tidak sepenuhnya
memberikan informasi mengenai Jakarta karena yang di sampaikan oleh teknik ini
adalah hal-hal yang bersifat positif bukan negatif. Gambar diatas adalah gambar
yang terdapat pada film kinetik. Dan
gambar tersebut menunjukan kemegahan kota Jakarta. Sebenarnya teknik ini tidak
bermaksud untuk berbohong hanya saja, teknik ini menutup-nutupi fakta atau
kehidupan yang sebenarnya terjadi di Jakarta.
Menutup-nutupi fakta yang buruk. Sehingga
tidak semuanya di sampaikan. Hanya beberapa informasi saja yang memang dianggap
penting dan dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan dari masyarakat. Propaganda pada film ini terletak
pada menit ke 00 : 15 menit yang berbunyi sebagai berikut; “Jakarta..kemegahan
kota nya sekan menjanjikan banyak orang. untuk mewujudkan semua khayalan serta
angan-angan.”
Pada naskah ini menunjukan bahwa kota
Jakarta adalah tempat yang megah. Tempat dimana orang-orang berkumpul untuk
dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita. Padahal tidak selamanya seindah itu,
karena yang kita tahu kota Jakarta adalah salah satu kota yang rawan dengan
tindak kejahatan. Kota Jakarta adalah kota yang sangat macet. Kota Jakarta
adalah kota yang sering adanya penipuan. Tetapi melalui teknik ini
keburukan-keburukan mengenai kota Jakarta tidak di sampaikan, hal ini karena untuk
melakukan propaganda kepada masyarakat bahwa hidup di Jakarta itu nyaman dan indah.
2)
Assertion

Assertion merupakan salah satu teknik propaganda yang
mengemukakan sebuah ide kedalam fakta. Sebuah teknik yang mengemukakan id yang
sebenarnya dapat dikemukakan. Pada propaganda teknik ini , terletak pada film
pendek kinetik yakni pada opening menit ke 00 : 57 yang berbunyi “Lelah itu
sudah pasti tapi demi mimpi kita harus terus berlari”. Gambar diatas sudah
menunjukan sangat jelas betapa sulitnya hidup di Jakarta.
Maka dari itu, berpijak pada premis bahwa orang-orang itu
sebenarnya mudah dibohongi. Dan pada teknik ini Assertion menyarankan adanya
sebuah aksi. Digunakan untuk mempengaruhi orang-orang terutama pemuda untuk
berlari melakukan sebuah tindakan. Dan untuk sebuah perubahan yang lebih baik.
Walaupun perdebatan mengenai impian sebenarnya dapat terjadi.
3)
Bandwagon

Bandwagon
merupakan teknik propaganda yang mendorong kita untuk mendukung suatu tindakan
atau pendapat karena hal tersebut telah banyak orang lakukan. Teknik penyampaian pesan bisa dalam bentuk
pernyataan, gagasan, yang diinginkan oleh banyak orang. Teknik ini berupaya
memainkan perasaan khalayak atau massa agar sesuai dengan yang dikehendaki
propagandis. kalimat propaganda teknik bandwagon ini terletak pada menit ke 05
: 43 yang berbunyi “Jaman sekarang tempat nongkrong itu harus yang
instagramable banget”.
Dari kalimat tersebut anak muda jaman sekarang sangat
suka dengan cafe yang lucu dan menarik, karena bukan cuman buat nikmatin apa
yang dihidangkan oleh cafe tersebut namun, cafe juga dijadikan sebagai tempat
wisata foto-foto jikalau cafe tersebut nuansanya menarik. Jaman yang modern ini tempat nongkrong tidak
hanya sekedar nyaman namun yang terpenting adalah yang menarik untuk foto-foto
atau istilah kerennya instagramable.
Hal Ini bermaksud untuk mempengaruhi orang-orang atau
memanipulasi fikiran orang lain, untuk membuka cafe yang tidak hanya sekedar
nyaman, higienis namun juga menarik. Aktor yang bernama Karim seorang desain
interior telah merubah cafe tersebut tidak hanya nyaman dan higienis namun juga
menarik
4)
Pinpointing The enemy

Pinpointing the enemy merupakan
salah satu teknik propaganda yang menyederhanakan masalah yang kompleks menjadi
suatu masalah yang simple dan sehingga menunjukan inilah masalahnya, inilah
solusinya, dan inilah jalannya jika kita ingin menjadi lebih baik. Teknik ini
menemukan satu penyebab dari sekian masalah yang ada. Teknik ini juga
mengidentifikasi masalah hanya dari satu sumber saja. Seperti pada film ini
yang terdapat pada menit ke 15:12 yang berbunyi
“Ga ada yang mudah untuk membuat sebuah perubahan selangkah demi
selangkah, jatuh, bangkit, kuncinya yang
penting adalah “kita harus bergerak”.
Masalah yang kompleks mengenai masalah sosial yang ada
saat ini adalah karena kita tidak bergerak, karena kita hanya diam. Maka jika
kita inginkan sebuah perubahan yang lebih baik kedepannya maka kita sebagai
pemuda harus bergerak. Kurang lebih seperti itu makna pernyataan yang ingin disampaikan dalam film pendek
tersebut.
Pinpointing the enemy dengan mudahnya mengatakan bahwa
hanya dengan terus bergerak kita dapat melakukan sebuah perubahan yang lebih
baik. Teknik ini tidak mengerti bahwa ada proses yang tidak sesimpel yang
dikatakan oleh teknik ini. Namun ya begitulah teknik pinpointing the
enemy menyederhanakan sebuah masalah menjadi simpel. Hal ini digunakan untuk
mempengaruhi masyarakat agar masyarakat
dapat lebih mudah mengerti persoalan yang ada. Sehingga ia setuju dengan disampaikan
oleh sang propaganda.
5)
Glittering generalities

Glittering
generalities merupakan salah satu teknik propaganda yang ada didalam film
Kinetik. Teknik ini adalah suatu teknik yang yang mengasosiasikan sesuatu
dengan suatu kata “bijak” yang digunakan untuk membuat kita menerima dan
menyetujui hal itu tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Contoh penggunaan teknik ini pada film Kinetik terdapat pada menit ke 18 :
54.
Gambar pada moment
propaganda Glittering generalities bisa kita lihat di atas. Pada sesi ini
dubber atau aktor yang bernama karim mengatakan bahwa “Ga ada yang terlambat untuk
sebuah kebaikan dan perubahan demi
kemajuan anak bangsa”. Penekanan pada kalimat “demi kemajuan anak bangsa” merupakan
kalimat yang termasuk glittering generalities.
Dalam teknik ini kalimat yang digunakan
adalah kalimat yang berkonotasi positif, kata-kata bijak dan sanjungan. Teknik
ini digunakan untuk mempengaruhi persepsi masyarakat dan pemuda agar mereka
ikut mendukung gagasan kinetik dengan terus bergerak untuk menggapai sebuah
perubahan. Sebuah kampanye yang memang sedang dilakukan oleh Putri Tanjung.
6)
Plain Folk

Teknik plain folk merupakan salah satu teknik
propaganda yang menggunakan pendekatan untuk menunjukkan bahwa sang aktor rendah
hati dan mempunyai empati dengan penduduk pada umumnya. Teknik Plain folk pada
film ini terdapat pada menit ke 17 – 32. Pada gambar tersebut menunjukan dan
menggambarkan bahwa aktor film Kinetik yaitu karim dan Kevin mencoba untuk
membaur dengan masyarakat, ikut bekerja dan membantu penduduk untuk membangun
sekolah yang lebih baik.
Selain
itu pada menit ke 14 : 20 ada naskah dubbing yang berbunyi “gue, dea dan kevin emang udah hidup di zaman
yang sudah maju, tapi ternyata belum semua orang merasakan kemajuan itu” . Mereka
menciptakan kesan kedekatan dengan nilai dan gaya hidup para masyarakat yang
hidup di desa. Mereka secara sadar mengidentifikasi diri mereka sebagai rakyat
dengan cara menempatkan diri mereka seolah-olah mereka seperti rakyat juga. Meskipun
mungkin dikehidupan nyata mereka tidak pernah ikut turun langsung membangun dan
memperbaiki sekolah.
Teknik
ini memperkenalkan sebuah kesan dan sebuah
motif tulus seseorang yang turun ke dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Melalui
teknik ini, para aktor berupaya meyakinkan khalayak bahwa gagasan mereka memang
berkaitan dengan keseharian rakyat biasa. Dan menunjukan bahwa pemuda juga
perduli, pemuda juga peka terhadap masalah sosial.
7)
Transfer

Transfer merupakan teknik propaganda
yang menggunakan seseorang atau suatu simbol atau sebuah tanda yang sudah
terkenal. Pada film Kinetik terdapat simbol yakni bendera merah putih yang
menunjukan bahwa pada dasarnya Indonesia telah merdeka, namun apakah merdeka
itu sudah dirasakan oleh semua orang ?? atau hanya di rasakan oleh orang-orang
yang ada di Kota Jakarta. Bagaimana dengan desa yang hanya berjarak 2 jam dari
Jakarta ?
Kenyataannya masih banyak
orang-orang yang belum merasakannya. Pesan itulah yang ingin disampaikan oleh sang
propaganda. Jangan sampai merdeka itu hanya untuk orang-orang tertentu saja,
jangan sampai merdeka itu hanya bagi kalangan konglomerat saja. Karena
sejatinya mereka juga berhak untuk merdeka. Berhak untuk merasakan bahagia.
Hal ini bermaksud untuk mempengaruhi penonton secara
psikologis untuk ikut dalam kampanye Muda Bergerak. Yang muda yang bergerak,
yang muda yang berkarya. Masa muda bukan hanya dihabiskan dengan hal-hal yang
tidak bermanfaat, bukan hanya untuk bersenang-senang dengan teman. Bukan hanya
untuk menhabiskan uang. Tapi masa muda digunakan untuk hal-hal yang positif.
Hal-hal yang berguna bagi masyarakat sekitar, bagi agama dan bagi negara. Pemuda
harus bergerak. Inilah yang coba ingin
disampaikan para aktor, sutradara dan produser dari film ini.
8)
The lesser of two evils

The
lesser two evils merupakan salah satu teknik terakhir yang terdapat pada film pendek
kinetik. The lesser of two evils ini merupakan teknik propaganda yang berisi
tentang pilihan 2 alternatif yang sama-sama buruk. Namun pada akhirnya mereka
tetap harus memilih satu diantara keduanya mana yang lebih baik. Teknik
propaganda ini terdapat pada menit ke 20 : 39 yakni berdasarkan gambar atau
visualisasi tidak dengan teks atau percakapan. Gambar tersebut menunjukan 2
pilihan. Apakah anak-anak ingin sekolah dengan kondisi sekolah yang seadanya atau
mereka tidak sekolah ?
Dalam hal ini mereka dihadapkan antara dua pilihan yang
sama-sama buruk. Namun bersekolah dengan keadaan sekolah dan kelas yang
seadanya jauh lebih baik ketimbang harus tidak sekolah. Begitupun pesan
propaganda yang ingin disampaikan oleh film ini. Pendidikan sangat penting
tidak perduli seburuk apapun kondisi sekolah kita. yang terpenting kita masih
dapat belajar. Karena suatu saat akan ada pemuda-pemuda pahlawan yang perduli terhadap
lingkungan. Merekalah yang nantinya akan terus bergerak dan berkarya.
d.
Kesimpulan
Produser sekaligus sutradara dari
film kinetik Putri Tanjung, bertindak dengan mengkampanyekan program “Muda
Bergerak” untuk menginspirasi para pemuda Indonesia, khususnya Jakarta. Ia juga
ingin menggerakkan mereka agar berbuat positif untuk bangsa. Salah satunya
melalui film pendek ini.
Berdasarkan dari Short movie Kinetik
kita dapat mengambil kesimpulan bahwa terdapat propaganda yang dilakukan oleh
aktor, sutradara maupun produser untuk mempengaruhi pikiran, persepsi, dan
tindakan masyarakat. Mengubah pikiran masyarakat dan
membangkitkan emosi masyarakat untuk setuju dengan kampanye “Muda Bergerak”
pemuda Indonesia harus terus bergerak untuk sebuah perubahan. Film ini
mengajak pemuda berkarya dan peduli sesama.
Stigma yang terlanjur melekat pada
diri pemuda mengenai ketidakpeduliannya terhadap masalah sosial menjadi fokus
pada kampanye Muda Bergerak. Melalui film inilah ingin disampaikan dan dengan
teknik propaganda yang ada demi tujuan untuk menggerakkan para pemuda Indonesia.
Untuk lebih peka, untuk lebih perduli, untuk lebih mengerti dan memahami
permasalahan sosial yanga ada di sekeliling mereka.Melalui film pendek ini, mereka
ingin menggunakan pendekatan secara emosional kepada masyarakat untuk
mempengaruhi pikiran dan tindakan masyarakat.
Seperti pada kutipan pada film yang
mengatakan bahwa “Bahagia itu bisa terasa dua kali lipat ketika
kita bisa membahagiakan orang lain. Dan ini bukan tentang apa yang kita punya
tapi ini tentang apa yang kita bisa lakukan untuk orang disekitar kita. inilah
makna kebahagiaan yang sesungguhnya” maka kita yang diberikan kelebihan maka sudah
menjadi kewajiban bagi kita untuk berbagi kepada orang lain, berbagi
kebahagiaan, berbagi canda dan tawa kepada mereka yang sedang membutuhkan kita.
Komentar
Posting Komentar