perspektif pragmatis
Perspektif Pragmatis
Pada dasarnya pada kajian teori komunikasi ada yang namanya perspektif komunikasi. Perspektif komunikasi itu terbagi menjadi : perspektif mekanistis, perspektif psikologis, perspektif intraksional, perspektif pragmatis, perspektif campuran.
Nah jadi pada artikel saya kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu perspektif komunikasi, yaitu “perspektif Pragmatis” Apakah yang dimaksud dengan perspektif pragmatis?? Untuk kalangan mahasiswa dengan prodi Ilmu komunikasi tentu saja sudah tidak asing lagi dengan istilah ini, nah jadi langsung saja dengan pembahasannya.
Sebelumnya saya akan membahas definisi dari perspektif terlebih dahulu. perspektif adalah cara pandang atau sudut
pandang kita dalam menilai sesuatu. Dikutip dari sebuah laman situs web https://id.wikipedia.org/wiki/Perspektif_%28visual%29 menyatakan bahwa “Perspektif adalah konteks sistem dan persepsi visual adalah cara bagaimana objek terlihat pada mata
manusia berdasarkan sifat
spasial, atau dimensinya dan posisi mata relatif terhadap objek”.
Sedangkan Perspektif pragmatis
sendiri merupakan studi tentang tanda-tanda atau kode atau lambang itu, berhubungan
dengan orang lain. Aspek pragmatis komunikasi berpusat pada perilaku
komunikator sebagai komponen yang tidak bisa lepas dari kenyataan atau
fakta-fakta yang memang sudah sesuai dengan apa yang terjjadi sebenanya tanpa
adanya rekayasa atau manipulasi. Karena itu satuan komunikasi yang paling mendasar adalah tindak perilaku
atau tindak yang dijalankan secara verbal atau nonverbal oleh seorang peserta
dalam peristiwa komunikatif. Tindakan kemudian dikategorikan dalam fungsi yang
dilaksanakan dalam komunikasi
Perspektif
pragmatis ini menganut sistem persamaaan , bahwa ketikan seseorang berbicara
maka sudah pasti tindakannya atau Perilakunya sejalan atau sama dengan
perkataannya, hal itu akan sejalan
dengan apa yang dikomunikasikannya. Tapi bagaimanakah dengan buktinya ?
faktanya? Apakah memang benar bahwa komunikasi dan perilaku tidak bertentangan.
Keduanya akur-akur saja dalam menerapkan teori Perilaku sejatinya sejalan atau
sama dengan perilakunya. Hal ini sesuai
dengan apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Satu waktu kita bisa
berperilaku sesuai dengan apa yang kita ucapkan atau komunikasikan, namun
disisi lain terkadang kita juga menyimpang dari apa yang kita komunikasikan atau
kita ucapkan.
Contohnya
ketika si A mengatakan dengan temannya “kita sebagai masyarakat yang baik harus
menjaga lingkungan yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kita harus
bisa menghargai orang lain dan secara sadar menanamkan pada diri kita
masing-masing untuk selalu taat dengan aturan membuang sampah pada tempatnya. Hal
ini terlihat sepele namun jika kita tidak taat dengan aturan ini maka akan
berdampak sangat buruk bagi lingkungan kita” ketika si A telah panjang lebar
menjelaskan dengan temannya, keesokan harinya ternyata si A yang kemudian membuang
sampah tidak pada tempatnya.
Hal
ini tentu tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan dan apa yang dilakukannya. Padahal
secara sadar atau tidak, berdasarkan perspektif pragmatis ini, kita bisa
melihat perilaku seseorang hanya dengan berkomunikasi dengan orang tersebut. Bagaimana
sifatnya, karakternya atau kesehariannya seperti apa, kita akan dapat
mengetahuinya. Yang terppenting disini adalah adanya interaksi diantara
keduanya. Seiring berjalannya waktu interaksi ini dapat saja dipengaruhi oleh
sebuah perubahan. Maksudnya adalah suatu waktu sistem komunikasi dapat merubah suatu
pola interaksi.
Perubahan
ini dapat terjadi karena suatu perubahan lingkungan, sistem structural. Komunikasi bukan hanya
dilakukan untuk menjalin satu hubungan yang baik, namun juga berfungsi untuk
membangun sifat dan eksistensi dari sistem sosial yang ada. Pada
pespektif pragmatis sendiri mengamati sistem sosial yang berbentuk diad dan
kelompok. Diad merupakan keragaman dalam pemilihan sistem sosial. Kelompok merupakan
system yang beranggotakan dari lebih dari satu orang yang terdiri dari beberapa
individu-individu. Diawali dengan perilaku individu-individu yang yang terlihat
secara nyata dalam suatu proses interaksi dalam komunikasi. Komunikasi atau
interaksi ini dapat berbwntuk komunikasi verbal maupun non verbal.
Itulah beberapa
penjelasan mengenai perspektif pragmatis, pada dasarnya perspektif pragm,atis
merupakan perseptif yang paling baru dalam komunikasi. Namun hal itu bukan menjadi
alasan untuk kita tidak mengetahui istilah persepktif pragmatis. Sedikit penjelasan
diatas semoga bermanfaat.
Ditulis oleh Ema Yanti, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNTAN (AKT2016)
Komentar
Posting Komentar