Persepktif Kombinasi

Persepktif Kombinasi
Ternyata pada perspektif komunikasi tidak hanya terfokus pada satu persepktif saja. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai perspektif kombinasi (campuran). Persepktif campuran ini merupakan gabungan antara satu perspektif dan perspektif lainnya. Gabungan atau kombinasi perspektif komunikasi bertujuan untuk meninjau proses komunikasi. Bagaimana secara jelas komunikasi berlangsung dari gabungan perspektif ini.
Perspektif adalah sudut pandang, serta pandangan.  Dikutip dari sebuah situs http://www.areabaca.com menyebutkan bahwa “ jadi perspektif merupakan cara pandang yang muncul akibat kesadaran seseorang terhadap suatu isu yang terjadi. Perspektif dapat dijadikan penambah wawasan atau pengetahuan seseorang agar dapat melihat segala sesuatu yang terjadi dengan pandangan yang luas. Perspektif adalah model atau acuan yang kita gunakan dalam melakukan sebuah tindakan. Kombinasi adalah menggabungkan atau penggabungan yang sengaja di satukan. Dalam hal ini yang disatukan atau dikombinasikan adalah perspektif komunikasi dalam.  
Persepektif apakah yang sering dikombinasikan ??
Jadi  persepktif yang sering di kombinasikan adalah perspektif antara persepktif psikologis dan persepktif mekanistis. Kedua perspektif ini merupakan pendekatan dalam komunikasi yang banyak diketahui dan populer dalam kalangan masyarakat. Dikutip dari sebuah laman website : https://mfth12.wordpress.com/2017/02/13/makalah-teori-komunikasi/ dituliskan bahwa “ Menurut Aubrey Fisher, agar penelitian produktif hendaknya menyadari pemakaian kombinasi perspektif dan secara sadar mencegah adanya kombinasi yang tidak konsisten atau tidak searah. Prasyarat bagi setiap pengembangan teoritis komunikasi adalah adanya kesadaran kritis tentang perspektif teoritis yang ada dan yang sedang diterapkan” .
            Jadi perspektif ini bukan hanya terdiri dari perspektif mekanistis, perspektif psikologis, perspektif interaksional, persepktif pragmatis. Selain itu ada juga perspektif ekologi. Yang membahas mengenai komunikasi manusia sebagai sebuah proses adaptasi kepada lingkungan sekitar yang kita tempati. Perspektif ekologi ini merupakan perspektif asumtif, jadi lebih mengakah kepada asumsi-asumsi kita mengenai fakta yang ada.
            Perspektif selanjutnya adalah perspektif dramatisme. Perspektif dramatisme merupakan perspektif yang sejatinya lebih berpengaruh dan faktanya lebih populer dari persepktif ekologis. Perspektif ini bersifat analogis. Maksudnya perspekif ini menempatkan individu dan sikap dan perilaku sosial dalam perumpamaan dramatis. Pada perspektif dramatis sendiri ada istilah yang namanya aktor sosial pada panggung kehidupan yang nyata. Sebagai model dramatisme, individu-individu ini menempatkan pada posisi yang heuristic, dimana mereka menunjukan sebuah pemikiran dalam proses pemecahan suatu masalah yang ada, hingga masalah tersebut dapat diselesaikan atau dipecahkan bersama.
            Perspektif sangat berpengaruh pada pengetahuan yang sangat potensial dalam proses komunikatif. Pengaruhnya ini adalah untuk menentukan atau mengarahkan atau menuntun pemahamahan seseorang mengenai konsep komunikasi. Dalam hal ini tentu perspektif yang berbeda akan menghasilkan interpretasi yang berbeda pula, sesuai dengan pengalaman dan referensi dari masing-masing individu dalam menanggapi suatu masalah.
            Setiap ada penelitian apapun itu akan cocok dengan dengan salah satu perspektif yang ada. Baik itu perspektif mekanistis, perspektif psikologis, perspektif interaksional, persepktif pragmatis. Selain itu ada juga perspektif ekologi. Hanya tergantung dari pernyataan yang ada dalam penelitian tersebut. Seperti apapun kombinasi yang dilakukan oleh para ahli semuanya disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan. Bagaimana dan perspektif apa yang cocok dengan penelitian yang dilakukan dan diperlukan.
            Perspektif kombinasi menjadi perspektif yang memiliki nilai tambah karena tidak hanya terfokus pada satu perspektif saja namun juga dari beberapa persepktif yang dikombinasikan. Itulah pembahasan secara singkat yang dapat saya jelaskan. Semoga bermanfaat


Ditulis oleh Ema Yanti. Mahasiswa Ilmu komunikasi FISIP UNTAN.  

referensi : 
http://robert-satria.blogspot.co.id/2011/12/perspektif-komuniaksi-b-aubrey-fisher.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi