PAPER “TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN BUDAYA”
PAPER
“TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN BUDAYA”
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Cultural
diversity atau yang disebut dengan Keragaman budaya adalah keniscayaan yang ada
di bumi Indonesia sebagai Negara yang memiliki banyak pulau. Keragaman budaya
di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat di pungkiri keberagamanya.
Banyaknya keragaman budaya inilah yang dapat memicu berbagai konflik di
Indonesia. Untungnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat
menjunjung nilai toleransi, namun hal itu tetap saja tidak ada jaminan bagi
kita untuk terhindar dari
konflik-konflik kebudayaan.
Dalam
konteks pemahaman masyarakat majemuk selain kebudayaan kelompok suku bangsa,
masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat
kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku
bangsa yang ada di daerah tersebut.
Berdasarkan
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 52 TAHUN 2007 pasal 1 ayat 3 disebutkan
bahwa “Pelestarian adalah upaya untuk menjaga dan memelihara adat istiadat dan
nilai sosial budaya masyarakat yang bersangkutan, terutama nilai-nilai etika,
moral, dan adab yang merupakan inti dari adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan
dalam masyarakat, dan lembaga adat agar keberadaannya tetap terjaga dan
berlanjut”
Pertemuan-pertemuan
dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada
di Indonesia sehingga menanmbah ragamnya jenis kebudayaan di Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian Toleransi?
2. Apakah pengertian
kebudayaan?
3. Apakah faktor penyebab keberagaman budaya?
4. Apa saja contoh-contoh Budaya Lokal ?
5. Seperti apa makna satu dalam keberagaman ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan
lebih memahami definisi Toleransi
2. Untuk mengetahui dan lebih memahami pengertian kebudayaan.
3. Untuk memahami faktor penyebab keberagaman budaya
4. Untuk mengetahui contoh-contoh Budaya Lokal
5. Mengetahui pentingnya makna satu dalam keragaman
budaya
D. Kegunaan
1. Menumbuhkan sikap toleransi
2. Menambah wawasan keragaman budaya Indonesia
3. Menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya
Indonesia
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Definisi Toleransi dan Kebudayaan
Kata
“toleransi” berasal dari bahasa Inggris “toleration”. Akar kata itu diambil
dari bahasa latin”toleratio”. Arti paling klasik (Abad ke-16) kata “tolleration
“ adalah izin yang diberikan otoritasatau lisensi. Sementara di abad ke 17
(1689), kata itu memiliki nuansa hubungan antar agama karena ada undang-undang
atau kesepakatan toleransi (The act of Toeration).
Secara
etimologi berasal dari kata tolerance (dalam bahasa Inggris) yang berarti sikap
membiarkan, mengakui dan menghormati keyakinan orang lain tanpa memerlukan
persetujuan. Di dalam bahasa Arab menterjemahkan dengan tasamuh, berarti saling
mengizinkan, saling memudahkan. Secara terminologi, menurut W.J.S Purwadarminta
Toleransi adalah sikap atau sifat menenggang berupa menghargai serta membolehkan
suatu pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan maupun yang lainnya yang
berbeda dengan pendirian sendiri.
Toleransi
harus didasari sikap kelapangan dada terhadap orang lain dengan memperhatikan
prinsip-prinsip yang dipegang sendiri. Toleransi terjadi dan berlaku karena
terdapat perbedaan prinsip, dan menghormati perbedaan atau prinsip orang lain
tanpa mengorbankan prinsip sendiri. Dengan kata lain, pelaksanaannya hanya pada
aspek-aspek yang detail dan teknis bukan dalam persoalan yang prinsipil.
Kata kebudayaan berasal
dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan
demikian kebudayaan di artikan sebagai hal hal yang bersangkutan dengan budi
dan akal. Kata kebudayaan dalam bahasa inggris diterjemhkan dengan istilah culture. Dalam bahasa Belanda di sebut cultuur. Kedua bahasa ini di ambil dari
bahasa latin colore yg berarti
mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Dengan demikian culture atau cultuur diartikan sebagai segala
kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Koentjaraningrat, guru besar Antropologi di Universitas Indonesia:
“Kebudayaan adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia
dengan cara belajar”.
B. Faktor-faktor Penyebab Keberagaman Budaya
Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan
suku bangsa yang tersebar di lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa
memiliki identitas social, politik, dan budaya yang berbeda-beda, seperti
bahasa, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya. Dangan
idaentitas yang berbeda beda ini, kita dapat mengatakan bahwa Indonesia
memiliki kebudayaan local yang sangat beragam.
C.
Ada beberapa faktor antara lain :
1.
Keberagaman suku bangsa
2.
Keberagaman bahasa dan
dialek
3.
Keberagaman agama
4.
Keberagaman seni dan budaya
5.
Faktor Pembentukan budaya
6.
Faktor Perubahan budaya
Dengan
jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar di berbagai pulau
di Indonesia. Mereka juga mendiami wilayah dengan kondisi geografis di
Indonesia yang bervariasi. Mulai dari pergunungan, tepian hutan, pesisir,
dataran rendah, dataran tingggi, perdesaan, hingga perkotaan. Hal ini yang
berkaitan dengan tingkat beradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat
di Indonesia.
C. Contoh-Contoh Budaya Lokal
Indonesia
ini terdiri dari banyak suku, diantaranya suku yang paling besar adalah Suku
Jawa, Suku Sunda, Suku Batak, Suku Banten, Suku Madura, Suku Betawi, Suku
Toraja, Suku Miagkabau, Suku Banjar, Suku Bali, Suku Ambon, Suku Banjar dan
Suku Sawu. Bentuk dari keberagaman budaya di Indonesia dapat kita lihat pada
jenis-jenis kesenian daerah, rumah adat, tradisi, dan keyakinan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa.
1. Kesenian daerah
Di
Indonesia kita tercinta anda dapat menemukan berbagai jenis kesenian daerah
mulai dari tarian, lagu, alat musik, dan masih banyak lagi. Tujuan diadakannya
kesenian ini juga bermacam-macam, seperti sebagai bentuk rasa syukur, menyambut
tamu kehormatan, upacara pernikahan, hari besar keagamaan, hiburan atau dengan
tujuan yang lainnya. Dan berikut ini adalah contoh-contohnya
a)
Contoh tarian
daerah
Dari
aceh : Tari saman, Tari Seudati dan Tari Pukat
Dari
Sumatra Utara : Manduda, Tortor dan Serampang Dua Belas
Dari
Jawa Timur : Ngremo dan Reog
Dari
Jawa Tengah : Serimpi, Gambyong, Bedaya'
Dari
Jawa Barat : Jaipong, Topeng, Merak
Dari
Bali : Janger, Pendet, Kecak dan Legong
b)
Contoh lagu
daerah yang ada di Indonesia
Aceh
: Beungong Jeumpa
Jambi
: Injit-injit semut
Riau
: Soleram, Jawa Barat, Bubuy Bulan
Jakarta
: Kicir-kicir
Jawa
tengah : Suwe Ora Jamu
Sulawesi
Selatan : Angin Mamiri
Kalimantan
Selatan : Ampar-ampar Pisang
Papua
: Apuse
c) Contoh alat musik daerah
Jawa
barat : Angklung
Nusa
Tenggara : Sasando
Sulawesi
: Kolintang
Jawa
Tengah : Gamela
d) Rumah adat di Indonesia
Di Indonesia terdiri dari banyak jenis
rumah adat. Rumah adat ini merupakan bangunan khas suatu daerah. Rumah adat
memiliki fungsi yang berbeda-beda setiap daerahnya. Misalkan saja sebagai tempat
untuk upacara adat, tempat menyimpang sesuatu dan lain sebagainya. Berikut ini
adalah contoh rumah adat beserta dengan asalnya :
Gadang
: Minangkabau/Sumatera Barat
Limas
: Sumatra Selatan
Joglo
: Jawa tengah dan jawa timur
Kesepuhan
: Jawa Barat dan Banten
Rumah
panjang : Kalbar dan Kalsel
Lamin
: Kaliman Timur
Tongkonan
: Sulawesi Selatan
Honai
: Papua
2. Pakaian dan Senjata Adat di Indonesia
Pakaian adat masing-masing daerah juga berbeda-beda,
pakaian adat ini umumnya dipakai pada acara-acara tertentu atau ritual-ritual
tertentu.Misal saja dipakai pada saat pernikahan, upacara adat dan acara-acara
yang lainnya. Berikut adalah contoh pakaian adat beserta dengan daerah asalnya
:
Kain
Ulos : Batak/Sumatra Utara
Baju
Kurung : Minangkabau
Kebaya
: Jawa
Baju
Bodo : Sulawesi Selatan
Umumnya
pakaian adat dipakai disertai dengan senjatanya, sebagai contohnya adalah
sebagai berikut :
Keris
: Jawa tengah dan DIY
Rencong
: Aceh
Kujang
: Jawa Barat
Golok
: Jakarta
Clurit
: Jawa timur dan Madura
Badik
: Sulawesi Selatan
3. Tradisi
di Indonesia
Berikut
ini adalah beberapa contoh tradisi yang dilakukan suku-suku di Indonesia
Suku
jawa : Mitoni, Tedah siti, ruwatan, kenduri, grebegan
Suku
Sunda : Seren taun, ngeuyeuk seureuh (upacara adat perkawinan di Jawa Barat)
Suku
Tengger/Jawa Timur : Kasodo (upacara mempersembahkan sesajenn ke kawah Gunung
Bromo
Suku
Bali : Ngaben, Nelubulanin, Ngutang mayit (upacara kematian di Trunyan)
Suku
Toraja : Rambu solok
Selain kebudayaan-kebudayaan diatas, suatu
daerah juga memiliki makanan khas yang sudah diakui. Sebagai contoh adalah
Peauyeum atau tapai dari Bandung, Gado-gado dari Jakarta, Gudeg dan bakpia dari
Yogyakarta, Empek-empek dari Palembang, Rendang dari Padang, Rujak Cingur dari
Surabaya dan Wingko babat dari Semarang.
D. Makna Satu dalam keberagaman
Toleransi
telah menjadi ciri khas dari bangsa indonesia mengingat begitu banyak nya
keragaman budaya yang ada. Mengapa disebut toleransi ? Ada ujaran yang berbunyi
“membunuh satu orang sama saja dengan membunuh seluruh kemanusiaan” . ujaran
ini dikenal dalam semua religi besar didunia seperti Islam, Kristiani, Yahudi,
Buddha, Konfusian, maupun Hindu.
Kekuatan
ujaran ini ada dalam kemampuannya merangkum seluruh pengalaman manusia untuk
menghormati kehidupan (yang kini dan yang kelak) serta membangun hormat itu
bersama manusia lain. Pengalaman kebersamaan dengan manusia lain inilah yang
menghubungkan kita dengan “Toleransi”, yaitu praktik menghormati orang lain.
Sejak sebelum Republik, sampai dengan usia lebih dari 70 tahun Republik, budi daya toleransi ini amat
dikagumi oleh dunia. Hal ini dapat dilihat dalam kemampuan peradaban-peradaban
dunia tumbuh subur di Indonesia, tanpa yang satu meniadakan yang lain.
Keragaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan keniscayaan
yang ada di bumi . Sesuatu yang tidak dapat di pungkiri keberadaanya. Dalam konteks
pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku
bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari
berbagai kebudayaan
kelompok sukubangsa yang
ada
di daerah tersebut.
Ada
sekitar 656 suku di seluruh Nusantara. Jumlah bahasa di Indonesia,, menurut
penelitian pengembangan dan pembinaan Bahasa Bahasa Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud), ada lebih dari 500 bahasa. Begitu juga agama dan
kepercayaan masyarakat Indonesia . jumlahnya sangat banyak, lebih dari yang
dikenal dan diakui saat ini. Bagi masyarakat luar tentu saja sulit membayangkan
ada satu kawasan yang begitu luas dan terdiri dari banyak suku, agama, dan
bahasa tetapi ada dalam satu negara.
Kita
sangat menyadari bahwa bukan hal mudah untuk mempertahankan Indonesia yang
beragam ini tetap ada dalam satu kesatuan. Sebagai bangsa, negeri ini tentu
tidak tanpa konflik, gejolak, dan pemberontakan. Kita mengalami itu, dan tidak
dapat disebut sedikit negeri ini pernah diterpa badai konflik dan desintegrasi.
Menurut J.
Ranjabar, hal-hal yang
dapat menyebabkan terjadinya
konflik pada masyarakat Indonesia sbb:
1. Apabila terjadi dominasi suatu kelompok terhadap
kelompok lain. Contoh: konflik Aceh dan Papua.
2. Apabila
terdapat persaingan dalam
mendapatkan mata pencaharian
hidup antara kelompok yang
berlainan suku bangsa. Contoh: konflik yang terjadi di sambas.
3. Apabila terjadi pemaksaan unsur-unsur kebudayaan
dari warga sebuah suku terhadap warga suku bangsa lain. Contoh: konflik yang
terjadi di sampit.
4. Apabila terjadi potensi konflik terpendam, yang
bertikai secara adat. Contoh: konflik antar suku di papua.
Namun
meski masalah kesatuan bangsa ini tidak selalu tuntas diselesaikan, sebagian
besar masyarakat Indonesia lebih memilih untuk tetap setia pada cita-cita yang
lebih besar, menjadi Indonesia dibanding berpisah sebagai negara-negara
merdeka.
Hal
ini dapat dilihat dari pernyataan salah satu pihak Wahid Foundation menyatakan
bahwa "Beberapa contoh praktik baik misalnya terjadi di Kota Tual, Maluku.
Di sana umat Islam dan Kristen terlibat dalam renovasi Masjid Raya Kota Tual.
Pemandangan seperti ini biasa dilakukan, termasuk saat membangun gereja dan
prasarana agama lainnya," kata Yenny. (Dikutip dari detikNews)
Masyarakat
dan bangsa Indonesia justru semakin menyadari bahwa lebih baik bersatu
dibandingkan berpisah-pisah. Tentu saja, dari pengalaman-pengalaman masa lalu,
kita belajar untuk memperbaiki agar kesatuan itu tetap bisa dipertahankan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan bersama yang dimiliki oleh
bangsa Indonesia yang merupakan puncak
tertinggi dari
kebudayaan-kebudayaan daerah.
Kebudayaan nasional sendiri memiliki banyak bentuk karena pada daasarnya berasal dari
jenis dan corak yang beraneka ragam,
namun hal itu bukanlah menjadi masalah karena dengan hal
itulah bangsa kita memiliki karakteristik tersendiri.
Dalam
menyikapi keberagaman yang
ada diperlukan sikap toleransi antar
suku yang ada di Indonesia. Karena tidak mungkin setiap suku memiliki
kebudayaan yang sama. Oleh karena itu memiliki sikap toleransi sangat
diperlukan bagi masyarakat Indonesia. Agar kebudayaan yang beragam ini tetap
terjaga dan terpelihara. Kita harus bisa bercermin pada inti kebudayaan kita yang
beragam itu karena pada dasarnya segalanya
bertolak pada ideology pancasila.
Keberagaman budaya ini tentu
berdampak positif untuk negara Indonesia. Indonesia dapat mengembangkan budaya
yang sangat beragam ini. Ketika mengembangkan
berbagai sikap dan paham yang dapat mengikis kesalahpahaman dan membangun benteng
saling pengertian, toleransi dan empati. Hingga dapat meminimalisir bahkan
hingga tak ada lagi konflik mengenai
perbedaan keberagaman yang ada di Indonesia.
B. Saran
Peran pemerintah
diperlukan untuk dapat menampung aspirasi dari berbagai keberagaman kebudayaan
Indonesia yang berbeda-beda. Kebudayaan ini juga yang harus kita jaga, agar
tetap menjadi aset negara. Dalam hal ini peran masyarakat juga
diperlukan untuk meminimalkan perbedaan yang ada dan berpijak pada kesamaan yang dimiliki oleh
setiap budaya daerah.
REFERENSI
Simartama, Henry
Thomas dkk. 2017. Indonesia Zamrud
Toleransi. PSIK-Indonesia
Lubis, Heldania Putri. 2017. Wahid Foundation:
Toleransi di Indonesia Terus Meningkat. detikNews. Diakses dari
situs
https://news.detik.com/berita/d-3433879/wahid-foundation-toleransi-di-indonesia-terus-meningkat Pada hari senin, 1 Januari 2018, pukul 21 : 00 WIB.
PELITA. 2015. Pobundo (Pop-Up Budaya Indonesia)
sebagai Media Pembelajaran Berbasis Kebudayaan untuk Siswa Kelas IV Sekolah
Dasar. Diakses dari situs https://media.neliti.com/media/publications/191332-ID-sebagai-media
pembelajaran-berbasis-kebu.pdf pada hari Senin, 1 Januari 2018, Pukul
21.12 WIB
Komentar
Posting Komentar