RESENSI "KOMUNIKASI PROPAGANDA"

RESENSI
MENGGIRING OPINI PUBLIK

IDENTITAS BUKU
Judul                           : Komunikasi Propaganda
Penulis                        : Nurudin
Layout                         : Dedi Junaedi
Desainer Sampul         : Haryanto
Penerbit                       : PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Tahun terbit                : 2008
Tebal                           : viii + 155 halaman
ISBN                           : 979-692-109-X
Harga                          : 40.000,-


ISI RESENSI
1.    Sinopsis
Propaganda sebetulnya sering dibicarakan. Karena propaganda memang tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Propaganda pun menjadi bagian dari alat atau teknik berkomunikasi. Walaupun banyak orang tak sadar bahwa yang sedang diperbincangkan itu propaganda. Propaganda bagaikan peluru yang diarahkan pada titik lemah sasarannya. Atau boleh jadi sasarannya itu tidak sadar kalau dia sedang di propaganda. Kalau tujuannya baik tidak masalah, tapi bagaimana kalau sebaliknya.
Lebih dari itu tampaknya memang propaganda sering dimanfaatkan oleh politisi dan penguasa untuk tujuan-tujuan tertentu. Adolf Hitler misalnya menggunakan propaganda untuk memenangkan perang dan berkuasa. Nah bagaimana propaganda yang beredar di Indonesia ? Buku ini akan mencapai sasarannya jika pembaca menjadi lebih paham tentang esensi propaganda. Menggali lebih jauh seperti apa dan bagaimana kerja dari propaganda, serta permasalahan dasarnya. Untuk itu juga berbagai contoh propaganda yang pernah diterapkan di Indonesia dikemukakan dalam buku ini.

2.    Ulasan Buku
Komunikasi merupakan sebuah hubungan (interaksi) antara satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan tidak bisa jika tidak berkomunikasi.  Sejatinya komunikasi tak dapat dipisahkan dari yang namanya propaganda.  Dalam Enciyclopedia International dikatakan bahwa propaganda adalah, “suatu jenis komunikasi yang berusaha mempengaruhi pandangan dan reaksi, tanpa mengindahkan tentang nilai benar atau tidak benarnya pesan yang disampaikan.
Propaganda menjadi bahan pergunjingan tidak saja cara, teknik, namun juga dampaknya bagi masyarakat. Salah satu propaganda yang ada di Indonesia pada zaman bapak presiden GUS DUR, beliau menggunakan strategi permainan bahasa dalam politik yang hanya efektif digunakan oleh orang-orang yang piawai menggunakan kata-kata termasuklah presiden GUS DUR. Ada satu ungkapan khas dari beliau yang melekat pada telinga masyarakat yaitu “ Gitu aja kok repot”
Dalam posisi ini, propaganda mengalami makna peyoratif (pemburukan nama). Padahal jika ditinjau dari akar kata dan kegiatan awalnya, propaganda adalah suatu teknik berkomunikasi yang baik dan mulia. Meskipun dalam banyak hal propaganda telah banyak diselewengkan. Pada Propaganda selalu ada pihak yang dengan sengaja melakukan proses penyebaran pesan untuk mengubah sikap dan perilaku sasaran propaganda.
 Ada proses penyampaian ide, gagasan, kepercayaan, atau bahkan doktrin. Proses penyampaian pesan ini melibatkan cara tertentu misal nya dengan sugesti agitasi atau rumor. Sehubungan dengan cara yang dilakukannya atas isi pesan, ada propaganda tersembunyi dan terbuka. (Dobb, 1966).
Seoranng propagandis juga harus memiliki jiwa dan esensi moral, layaknya sebuah komunikasi yang sekedar menyampaikan informasi kepada orang lain tanpa di selipi maksud terselubung. Moralitas akan menanamkan mana yang benar dan harus dilaksanakan dan mana yang salah untuk tidak di laksanakan.

3.      Kelebihan dan kekurangan  Buku
a.       Kelebihan
Dari segi isi, buku ini mengedepankan penjelasan dan fakta-fakta tentang propaganda di dunia. Dengan pemilihan kata serta penjelasannya yang mudah dipahami buku ini dapat dibaca oleh berbagai kalangan hingga ke pembaca awam. Dengan pemisahan berbagai bab dan sub judul yang sistematis lebih memudahkan para pembaca untuk membaca dan memahami setiap bagian dalam buku ini. Fakta-fakta peristiwa sejarah propaganda pun banyak dicantumkan dalam buku ini membuat suatu daya tarik tersendiri dari buku ini untuk para pembaca.


b.      Kekurangan
Setiap buku memang mempunyai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing.  Secara fisik, buku ini memiliki cover yang kurang menarik. Cover kurang menggambarkan isi dari buku “komunikasi propaganda” itu sendiri sehingga belum ada kesan menarik yang didapat oleh pembaca saat ia belum membaca.Cover terlihat terlalu biasa. Dari aspek  isinya, buku ini kurang menambahkan gambar, terhitung hanya dua gambar saja, dan itu tidak menggunakan format berwarna alias hitam putih yang sebenarnya hal itu jika dilakukan akan menambah daya tarik dari buku ini.



4.      Rumusan Kerangka Buku

BAB 1 Propaganda, Satu Cermin Banyak Gambar
BAB 2 Makna Peyoratif Propaganda
BAB 3 Praktik Propaganda
BAB 4 Propaganda Dan Opini Publik
BAB 5 Propaganda Politik Di Indonesia
BAB 6 Dicari, Moralitas Propagandis
BAB 7 Cara Melawan Propaganda

5.      Tinjauan Bahasa
Bahasa dalam buku “komunikasi propaganda” menggunakan bahasa yang lugas dan sistematis tidak berbelit-belit namun sedikit banyaknya dapat dimengerti. Penulisan tata letaknya juga lebih sederhana sehiingga pembaca lebih mudah untuk memahaminya


PENUTUP
Buku ini penting untuk di baca, karena sejatinya kita tidak pernah lepas dari yang namanya propaganda. Propaganda yang dilakukan individu atau kelompok tertentu untuk untuk proses mempengaruhi pihak lain dengan tidak mengindahkan etika, moral, aturan, nilai, norma dan lain-lain. Melalui buku “Komunikasi Propaganda” inilah kita dapat menambah berbagai pengetahuan yang sebelumnya belum pernah kita ketahui.
Jika kita tidak membaca buku ini mungkin kita tidak tahu bawa didalam komunikasi propaganda juga terdapat teknik-teknik yang harus dilakukan oleh propagandis.  Salah satu tekniknya adalah dengan using all forms of persuation. Teknik yang digunakan untuk membujuk orang lain dengan himbauan, rayuan dan “iming-iming”  Pengetahuan itu mengenai hal-hal seputar propaganda serta fakta-faktannya yang pernah terjadi di dunia. Selain itu buku ini mengandung hal-hal positif yang penting untuk dibaca oleh berbagai kalangan masyarakat.
Buku ini ditujukan untuk para dosen dan mahasiswa S-1 dan S-2, khususnya mahasiswa studi Ilmu komunikasi, maka wajib membaca buku ini, para aktivis politik, pengambil kebijakan politik, dan praktisi komunikasi.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi