REVIEW "Psikologi Komunikasi"
REVIEW
MENGENAL KARAKTER MANUSIA
RE-
TELLING
A. Identitas Buku
Judul : Psikologi
Komunikasi
Penulis :
Drs. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc
Editor :
Tjun Surjaman
Desainer Sampul : Slamet Es.
Penerbit :
PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Tahun terbit : 2011
Tebal : viii + 323 halaman
Ukuran buku :
20,5 × 28 cm
ISBN : 979-514-145-7
Harga : Rp55.000,-
B. Ide pokok
Komunikasi sejatinya tak pernah lepas dari manusia. Setiap hari orang
selalu melakukan komunikasi. Baik dirumah, dikampus, di pasar, di jalan.
dimanapun kita berada kita tak bisa lepas dari komunikasi. Komunikasi menyentuh
segala aspek kehidupan kita. Sebuah penelitian mengungkapkan 70% waktu bangun
kita digunakan untuk berkomunikasi. Sungguh sesuatu yang tak bisa kita
hindarkan.
Kita dapat meningkatkan kualitas
hidup kita hanya dengan komunikasi. Citra kita bisa tinggi atau rendah dimata
manusia hanya karena komunikasi. Melalui buku ini kita dapat mempelajari
berbagai tinjauan komunikasi. Kita dapat
melakukan berbagai tinjauan terpenting fokusnya psikologi adalah pada
partisipan komunikasi. Bagaimana sikap dan perilakunya dalam berkomunikasi
C. Kelebihan dan kekurangan
1. Kelebihan
Kelebihan
dari buku ini yaitu pembahasannya banyak. Secara lengkap menyajikan mengenai komunikasi dan psikologi
komunikasi. Kita bisa mengetahui
bagaimana penilaian atau persepsi
orang lain, bagaimana sikap dan perilaku manusia pada saat berkomunikasi.
Setiap
bab nya menjelaskan secara rinci dan sangat mendetail. Dengan membaca buku ini
tentu akan banyak menambah pengetahuan dan wawasan kita. Sumber referensinya
sangat lengkap dan dapat dipertanggung jawabkan, sistematis, dan disertai
contoh.
2. Penggunaan bahasa asing tanpa adanya terjemahan
membuat sebagian orang yang memiliki kekurangan dalam bahasa asing mengalami
kesulitan. Terlalu banyak contoh cerita yang diangkat dari negara luar, akan
lebih bagus lagi jika mengangkat cerita atau contoh dari dalam negeri
sendiri. Kurangnya space atau ruang
kosong pada tiap lembar buku sehingga mata pembaca lebih mudah lelah dan bosan dalam membaca buku ini.
TANGGAPAN
Buku
ini disusun dengan menggunakan bahasa yang ringan dan sederhana, sehingga bukan
hanya mahasiswa komunikasi atau mahasiswa psikologi saja yang bisa membaca buku ini, namun orang awam juga
bisa dengan mudah membaca dan memahami buku ini. Dengan penjelasan yang lugas dan materi yang
terstruktur, Isinya sangat lengkap dan semakin jelas karena disertai contoh.
buku ini sangat cocok untuk dijadikan pegangan para mahasiswa untuk lebih
memahami kembali mata kuliah Psikologi Komunikasi.
Secara
sadar atau tidak pada lingkungan sekitar kita orang-orang yang sebelumnya tidak
saling kenal, maka mereka hanya akan menilai satu dengan yang lainnya melalui
penampilan nya saja. Ada istilah yang mengatakan “Don’t judge the book by its
cover” tetapi kenyataanya seperti apa ??
Istilah
ini sesuai dengan Teori Behaviorisme, yang juga merupakan salah satu teori dari
psikologi. Behaviorisme adalah teori
perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respon
pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat
dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang
diinginkan (Arya, 2010). Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi
belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik
pendidikan dan pembelajaran.
Saya
kurang setuju dengan teori ini karena tidak sopan rasanya ketika kita hanya
menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Perlu adanya pendekatan sehingga
kita mengenal sikap dan kepribadian seseorang secara nyata. Setiap orang
mempunyai penilaian nya masing-masing terhadap kita. kita tidak bisa memaksakan
orang lain untuk menilai kita baik, karena yang ia secara penuh mempunyai hak
atas penilaiannya terhadap kita sesuai dengan interaksi yang dilakukannya
terhadap kita.
Kemudian
pendekatan terhadap manusia. Sebagai teori psikologi, yaitu Psikoanalisis, teori ini menyebutkan bahwa
perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian
manusia. Tiga subsistem itu terdiri dari
id, ego, dan superego. Dalam hal ini saya mendukung isi teori sekaligus buku
tersebut, karena sebagai manusia sudah
menjadi hal yang wajar jiakalau satu waktu kita mempunyai suatu keinginan atau
hasrat. Keinginan atau hasrat inilah yang disebut id.
Dalam
hal ini ego mendorong kita untuk merealisasikan hasrat tersebut, apakah itu
keinginan positif atau negatif. Kemudian Superego yang menjadi polisi bagi
kepribadian, ia yang akan mendorong kita untuk melakukan hasrat yang positif
dan mendorong kita untuk tidak melakukan hal yang negatif. Ketika kita lebih
memilih untuk mengikuti keinginan kita yang negatif maka kita telah mengikuti
ego kita dan mengabaikan superego.
Tetapi
ketika kita lebih memilih untuk melakukan hal positif dan mengabaikan hal yang
negatif yang awalnya ingin kita lakukan
itu, maka kita telah berhasil lari dari ego dan mengikuti superego, yakni
polisi kepribadian kita. ia ada dalam diri kita untuk selalu mengingat kan pada
hal-hal kebaikan.
Selain
itu saya juga sangat setuju dengan faktor-faktor yang mempengaruhi Konsep Diri.
Menurut William D. Brooks bahwa pengertian konsep diri adalah pandangan dan
perasaan kita tentang diri kita (Rakhmat, 2005:105). Sedangkan Centi (1993:9) mengemukakan
konsep diri (self-concept) tidak lain tidak bukan adalah gagasan tentang diri
sendiri, konsep diri terdiri dari bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai
pribadi, bagaimana kita merasa tentang diri sendiri, dan bagaimana kita
menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana kita harapkan.
Konsep
diri kita dapat dipengaruhi oleh orang lain dan kelompok rujukan. Contohnya, Orang
tua adalah kontak sosial paling awal dan paling kuat yang dialami oleh
seseorang. Informasi yang diberikan orang tua pada anak lebih tertanam dari pada
informasi yang diberikan oleh orang lain . dalam pergaulan bermasyarakat, kita
pasti menjadi anggota berbagai kelompok, baik itu organisasi atau komunitas.
Setiap kelompok-kelompok tertentu pasti mempunyai ketentuan atau norma-norma
tertentu.
Manusia pasti mempunyai berbagai macam sifat dan
sikap, contoh sikap yang penting untuk dimiliki oleh seorang manusia adalah
sikap dan sifat kritis. ini adalah sikap yang penting guna untuk mendorong ke
majuan,ilmu pengetahuan tidak akan berkembang tanpa pemikiran yang kritis. teori
yang memberikan perhatian terhadap masalah ini dinamakan “Teori kemungkinan
elaborasi atau elaboration likelihood theory ( ELT ).
Saya sadar betul bahwa teori ini sangat sesuai
dengan faktanya. Sebagaimana ELT ini
menjelaskan tentang bagaimana cara yang dilakukan orang ketika mengevaluasi
informasi yang diterimanya. Terkadang beberapa orang mengevaluasi suatu
informasi dengan cara yang rumit menggunakan dengan pemikiran yang kritis
ataupun dengan tidak menggunakan pemikiran kritis.
Dan terkadang orang sangat memikirkan persoalan
namun ada pula orang yang terlalu menggampangkan persoalan contohnya ucapan
“gitu aja ko ribet!” adalah contoh orang yang menggampangkan persoalan. Teori
kemungkinan elaborasi memberikan prediksi apakah seseorang akan menggunakan
pemikiran kritisnya terhadap suati isu atau tidak.
Psikologi komunikasi memberikan perhatian pada
bagaimana individu sebagai komunikator mengelola berbagai informasi dalam
pikirannya yang akan menghasilkan pesan untuk disampaikan kepada orang lain.
Psikologi komunikasi berupaya mengamati pada berbagai pilihan dan strategi
individu untuk mencapai barbagai tujuan pesan yang tertanam secara internal di
dalam dirinya.Menurut Petty dan Cacioppo manusia pada dasarnya berkeinginan
untuk selalu memiliki sikap atau pandangan yang benar terhadap semua hal.
Walaupun manusia terkadang tidak selalu mampu untuk menggunakan nalar atau
logika secara baik namun manusia memiliki kecenderungan untuk selalu serius
dalam mencari kebenaran.
Contoh setiap informasi pasti berupaya untuk
menarik perhatian kita , dan banyak pesan yang selalu membujuk kita sehingga
kita terkadang suka pusing dan terlalu banyak pikiran sehingga otak menjadi overload.
Kelebihan beban. Dan akhirnya kitapun pasti akan memikitrkan dan lebih bersifat
selektif terhadap informasi yang diterima dan lebih mencermati pesan-pesan uang
dianggap penting saja. Masih banyak lagi isi dari buku “Psikologi Komunikasi”
yang sesuai dengan fakta yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebuah
buku atau karya tulis tentu tak lepas dari yang namanya kekurangan.
Kekurangan ini dapat diperbaiki dengan memberikan
bahasa sendiri atau bahasa Indonesia. Jikalaupun ingin menambahkan bahasa
asing, tetap harus mencantumkan atau menjelaskan bahasa indonesia secara
langsung, Penggunaan bahasa asing tanpa adanya terjemahan membuat sebagian
orang yang memiliki kekurangan dalam bahasa asing mengalami kesulitan.Terlalu
banyak contoh cerita yang diangkat dari negara luar, akan lebih bagus lagi jika
mengangkat cerita atau contoh dari dalam negeri sendiri.
Salah satu kasus yang melibatkan psikologi
komunikasi adalah adanya salah satu berita di televisi swasta yang mengangkat
sebuah berita dengan judul “ Ditahan di Polda Metro Jaya, Nikita Mirzani Malah
Mengaku Bahagia” Gangguan komunikasi yang sesuai dengan contoh kasus 1 adalah
gangguan komunikasi psikologis, dimana masyarakat memiliki prasangka bahwa
kasus yang menimpa Nikita Mirzani dapat membuatnya merasa sedih atau merasa
bersalah.
Namun pada kenyataannya, Nikita Mirzani merasa
kasus yang sedang dialaminya tidak akan mempengaruhi kesehariannya ataupun
kepribadiannya yang santai dan cuek. Dampak dari gangguan dalam contoh kasus 1
terhadap pesan yang diterima oleh komunikan adalah komunikan yaitu masyarakat
menilai Nikita Mirzani sebagai artis yang tidak memiliki pendirian dalam
berbicara dan juga menilai bahwa ucapannya tidak dapat dipegang
Yang terakhir adalah kurangnya space atau ruang
kosong pada tiap lembar buku sehingga mata pembaca lebih mudah lelah dan bosan dalam membaca buku ini. Mungkin akan lebih
bagus lagi jika menyisakan ruang kosong atau space untuk membuat sebuah nilai
estetik dan tidak membuat pembaca menjadi gampang ngantuk dan malas untuk
membaca.
LESSON LEARNED
Melalui buku ini kita dapat mengambil pelajaran
bahwa setiap komunikasi yang kita lakukan adalah sesuatu yang penting.
Bagaimana cara penyampaiannya, bagaimana gesture tubuh kita, bagaimana mimik
wajah kita yang akan membuat orang lain merespon atas apa yang kita tampilkan.
.Bagaimana sikap dan perilaku juga di pengaruhi oleh lingkungan kita. dalam hal
ini pengalaman juga menjadi faktor pembentuk perilaku seseorang. Berapa banyak
orang yang cek cok, dan berkelahi hingga menimbulkan kericuhan hanya karena kesalahfahaman
yang terjadi diantara keduanya. Inilah salah satu cara kita untuk mengetahui
alasan dibalik sesorang bertindak.
Alasan kita untuk mengetahui bagaimana sikap
seorang partisipan komunikasi. Sejatinya kulaitas diri sesorang dapat kita
lihat hanya dari bagaimana dia berkomunikasi. Kita akan bisa dan tahu caranya
menilai , jika kita membaca dan memahami buku ini.
REFERENSI
Rakhmat
,Jalaluddin. 2011. Psikologi Komunikasi.
PT. Remaja Rosdakarya.
Permana, Ashri Nooraida. 2013. Persepsi
Diri. "Kesan Pertama pada Pandangan
Pertama”. Diakses dari situs https://www.academia.edu/5525012/Persepsi_Diri_Kesan_Pertama_pada_Pandangan_Pertama_ pada
hari Rabu, 2 Januari 2018 pukul 09.00 WIB.
Ramadhan , Rommy 2012. Ditahan di Polda Metro
Jaya, Nikita Mirzani Malah Mengaku Bahagia. Diakses dari situs https://oneofmyway.wordpress.com/tag/contoh-kasus/ pada hari Rabu, 2
Januari 2018 pukul 09.15 WIB.
Komentar
Posting Komentar