Laut Tak selalu Indah

Laut Tak selalu Indah 


Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat malam teman-teman semuanya. ini pertama kalinya aku nulis langsung di blog tanpa menulis di word terlebih dahulu, hehe. Meskipun aku tahu, mungkin banyak orang yang ga akan membaca cerita ini. But, i keep want to share this story. aku ingin berbagi sedikit pengalaman aku, ketika  melaksanakan liburan ke salah satu pulau yang terletak di Kalimantan Barat, so sorry aku lupa banget lokasi detailnya dimana, yang pasti lokasinya deketan sama kota Singkawang. Tanggal 29-30 Juni 2019 aku berada di pulau tersebut. Aku bersama dengan 11 temanku sengaja melaksanakan liburan ini setelah melewati Ujian Akhir Semester (UAS) (kebayang dong rasanya liburan after UAS kek gimana, WKwkk, antusias banget!).

So... jadi kita berangkat dari Pontianak pada hari Sabtu, 29 Juni 2019 pukul 05:30 WIB. Kami berangkat dari kota Pontianak, tepatnya di jalan sepakat.  Tanpa berlama-lama kamipun langsung menuju ke lokasi tujuan. Setelah lumayan cukup lama menempuh perjalanan, sekitar pukul 10:00
kamipun sampai di lokasi penyebrangan. Sesampainya kami di penyebrangan, kami langsung menaiki perahu yang tidak terlalu besar. oh iya, sebelumnya kami menitipkan motor kami terlebih dahulu kepada salah satu rumah warga yang memang telah terbiasa menjadi tempat penginapan untuk motor para wisatawan yang hadir. Aku dan teman-temanku kemudian menaiki perahu yang telah disediakan oleh instruktur tersebut dan duduk pada bagian belakang perahu. Pada perahu tersebut terdapat pelampung berbentuk baju. Ada juga kantong plastik hitam yang digunakan untuk penumpang jika nantinya ada yang muntah karena mabuk.

Everything is okay when we going to Lemukutan. Aku dan teman-temanku sangat antusias. Kami melewati 3 fase perjalanan lautan, hehe. Pasti pada baru denger kan 3 fase lautan ? wkwkkk maksudnya kami melewati 3 jalur air yang berbeda. Mulai dari air yang keruh, seperti warna mocca, kemudian ada air yang sedikit bening, hingga akhirnya kami berada pada titik jalur lautan yang airnya berwarna biru. Its very beautifull. Aku pertama kalinya ngeliat air laut yang seindah itu. Warna airnya yang biru juga menandakan bahwa kami sudah sampai pada pulau Lemukutan. Pulau yang masih sangat alami. Semilir angin menyapa kami dengan kelembutannya. Suara ombak lautan menyambut dengan gembira akan hadirnya kami. 

Kami tiba dipenginapan sekitar pukul 11:00 WIB siang. Sesampainya kami langsung disambut oleh tourguide. Karena emang masih capek banget karena ada beberapa temen aku juga yang mabuk dan muntah-muntah. Jadi, sesampainya di penginapan, emang bener-bener langsung istirahat. Pada saat itu kami mendapatkan kamar dilantai atas. View nya pas banget, didepan kami terbentang lautan yang luas berwarna biru. Dilengkapi dengan angin sepoi-sepoi yang membuat suasana menjadi lebih nyaman.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Pada sore hari setelah sholat ashar kami langsung berjalan menelusuri pesisir pulau lemukutan. Ada jembatan panjang yang banyak dikunjungi oleh wisatawan . Jembatan ini sangat instagramable sehingga banyak pengunjung untuk berfoto-foto. Selain itu ada juga ayunan sederhana yang terbuat dari kayu biasa, namun sangat unik. Ada juga beberapa toko yang berjualan berbagai makanan dan juga minuman bagi pengunjung. Suasana pulau Lemukutan sangat indah pada sore hari, apalagi senja yang hadir pada saat itu semakin melengkapi keindahan alam yang ada pada pulau Lemukutan. Begitu banyak dan indah ciptaan Allah SWT. Nikmat yang harus selalu kita syukuri.

Bermain air, dan mengabadikan momen telah kami lakukan pada sore itu. Rasanya ingin selalu merasakan dan menikamti keindahan ini, tapi apadaya hari semakin gelap dan kami harus segera pulang ke penginapan. Sebelum waktu maghrib datang, kami pun segera kembali kepenginapan. Hingga waktu malam pun tiba. Pada malam harinya kami bernyanyi dan makan ayam bakar. Meskipun suara fals tapi tetep aja ga mau kalah sama penginapan sebelah yang juga seru-seruan nyanyi. hahaa Suara mah ga penting ya yang penting kebersamaannya. Yang lain nyanyi, lah aku makan ikan bakarnya dong :D Nyanyi bahasa indonesia sampe bahasa inggris di sikattttt. sebanyak 4 atau 5 lagu kami bernyanyi, setelah bernyanyi kami langsung naik ke atas dan mempersiapkan untuk tidur. Sebelum tidur kami bercanda-canda terlebih dahulu. Biasalah ya kalau cewek udah ngumpul ada aja yang mau diomongin. wkwkk but wait ini bukan ghibah yaaa. We just share some stories about us. Ga cuman itu ada juga yang minta di pijit karena capek banget. Mungkin sekitar 2 kg kami jalan hingga ke pusat wisata pulau Lemukutan. Karena kalau hanya di penginapan, kita ga dapet penmandangan yang emang bener-bener menarik, jadi sore itu kami harus jalan hingga sejauh 2 atau 3 kiloan.

Mulai deh tu pijit-pijittan sambil ketawa-ketawa. Karena udah mulai larut malam kami akhirnya memutuskan untuk tidur. Suasana malam di pulau Lemukutan dingin banget, karena kami dilantai atas dan tepat berada di tepi lautan, pada saat tidur pun terdengar suara gelombang air lautan yang menyentuh bebatuan di pesisir laut. Sungguh suara musik yang merdu sebagai penghantar tidur di malam itu. Kamipun terlelap dalam mimpi yang kami rasakan.
 

Suara adzan shubuh 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi