Teori Atribusi Sosial




Menganalisis Film “PINK” berdasarkan teori Atribusi Sosial
Atribusi Sosial adalah upaya kita untuk memahami penyebab di balik perilaku orang lain. Berikut ini kesimpulan dari 5 tokoh atau pemain yang ada di Film “PINK” berdasarkan teori Atribusi Sosial.

1.      Minal Arora, melukai atau melakukan tindak kekerasan terhadap Rajvir Sing dengan memukul kepala Rajvir menggunakan botol alkohol, hal itu disebabkan karena Minal berusaha atau berupaya untuk melindungi dirinya sendiri dan sebagai pertahanan dirinya terhadap pelecehan seksual yang dilakukan oleh Rajvir Singh . Minal telah mengatakan “tidak” dan telah menolak Rajvir dan berusaha menghindar, namun karena Rajvir terus memaksa, Minal tidak memilki pilihan lain selain memukul kepala Rajvir dengan botol. Aksi pemukulan terhadap Rajvir, juga membuktikan bahwa Minal tidak hanya mandiri  yang hidup terpisah dari orang tua,  namun sebagai seorang wanita ia juga memiliki karakter pemberani.  


2.    Falak Ali,  pada saat sidang dalam kasus Minal dan Rajvir, bersaksi bahwa ia dan teman-temannya menerima uang dari Rajvir. Namun pada kenyataannya mereka sama sekali tidak menerima uang sepeserpun, alasan yang melatar belakangi Falak melakukan hal itu karena ia telah merasa dipojokkan ole pengacara Prashant Mehra yang tidak lain adalah pengacara dari Rajvir Singh. Pengacara Prashant selalu menuduhnya menerima uang, mengungkit masalah pribadi dan masa lalunya. Oleh karena itu, Falak melakukan itu semata-mata hanya  untuk mengakhiri percekcokan sehingga ia menerima apa yang dituduhkan terhadapnya dan teman-temannya. Ia merasa lelah karena orang-orang seakan tidak bisa menerima bahwa memang dirinya dan teman-temannya tidaklah menerima uang dari Rajvir atau teman-temannya. 

3.      Rajvir Singh,  tidak mengakui bahwa ia telah melakukan tindak pelecehan seksual namun mengajukan gugatan balik kepada Minal dengan tuduhan upaya pemerasan dan asusila yakni percobaan pembunuhan. Minal dipaksa untuk maju ke pengadilan sebagai tertuduh dan terancam dihukum 10 tahun. Rajvir melakukan hal itu karena ingin menjaga nama baiknya  atau imagenya sebagai laki-laki yang baik, laki-laki yang terhormat, yang berpendidikan tinggi dan yang terpandang dikotanya,dimana  pamannya sendiri adalah seorang politisi kuat dari kota Delhi.  Oleh karena itu ia melakukan segala cara termasuk melakukan intimidasi terhadap Minal. Rajvir melakukan hal ini selain dari dalam dirinya sendiri untuk membalas dendam terhadap Minal namun juga ada dorongan dari luar, yaitu temannya yang bernama Ankit Malhotra, ia selalu mendorong dan memprovokasi Rajvir untuk membalas dendam.



4.      Deepak Sehgal,  menjadi pengacara dari Minal disaat kondisinya yang sedang sakit dan istrinya juga sakit, tetapi kondisi itu tidak mengurungkan niat tuan Deepak untuk menjadi pengacara dari Minal. Hal itu dikarenakan tuan Deepak tahu yang sebenarnya bahwa Minal hanyalah di fitnah oleh orang-orang yang berpengaruh dan berwenang di kota Delhi, sedangkan Minal hanyalah wanita biasa, dan dari keluarga yang biasa. Tuan Deepak ingin menegakkan keadilan tidak perduli apakah orang itu dari orang yang terpandang, atau berpengaruh, karena hukum tetap harus ditegakkan. Hal itulah yang memotivasi tuan Deepak untuk membela hak-hak wanita, dimana wanita juga memilki hak untuk bertindak dan berbicara. Termasuk hak untuk mengatakan “tidak” pada saat Rajvir mencoba memperkosa Minal. Dalam hal ini Deepak mengkritik kemunduran pandangan masyarakat dimana perempuan distereotipkan sebagai pelacur jika mereka pulang terlambat, keluar dari rumah mereka, ingin mandiri, minum dan sebagainya, namun tidak satupun dari ini berlaku untuk laki-laki. 


5.      Prashant Mehra, membela kliennya yaitu Rajvir Singh, hal itu disebabkan karena ia memiliki tanggung jawab terhadap kliennya, sehingga apapun bantahan terhadap kliennya ia tetap membela dan mendukung apa yang telah menjadi tugas awalnya. Selain itu Rajvir berasal dari keluarga yang kaya dan terpandang sehingga ia bertindak sesuai dengan wewenang Rajvir. Pengacara Prashant berusaha mati-matian untuk membela Rajvir, mulai dengan melemparkan fitnah-fitnah dan berkata kasar yang tidak seharusnya diucapkan di depan public. Semua ia lakukan untuk membela Rajvir.


Note : “PINK” Judul film ini tidak memiliki hubungan sebagai warna favorit dari ketiga wanita yakni Minal, Falak dan Andrea melainkan menyampaikan bahwa, wanita  harus memiliki kebebasan untuk berbicara dan bertindak. 





 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi