Foto Essay 2

                                                    Perpustakaan UNTAN (AmcorUntan)



Budayakan Membaca Buku!
Bukan perkara mudah untuk dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca. Tetapi bukan berarti pula kita tidak bisa melakukannya. Menjadi tantangan tersendiri bagi saya, ketika harus terus membudayakan membaca buku. Apalagi dikalangan kaum muda, mereka lebih aktif menggunakan social media ketimbang membaca buku. Mereka cenderung lebih banyak membaca melalui gadget dan bersifat pasif terhadap informasi yang telah didapatnya. Lingkungan menjadi hal yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Lingkungan yang cenderung menggunakan media elektronik dan media online dalam mengkonsumsi informasi akan membuat masyarakat yang juga ada di lingkungan tersebut menjadi ketergantungan terhadap gadget. Setiap kali mereka ingin mencari informasi atau ingin membaca materi yang dibutuhkannya, mereka pasti menggunakan gadget terlebih dahulu sebagai opsi pertama.
 
Dalam hal ini, lingkungan telah membentuk sebagian masyarakat yang menjadikan gadget sebagai sumber dari segala sumber informasi. Padahal jika dibandingkan membaca buku dengan membaca  melalui gadget sangatlah berbeda. Membaca melalui buku lebih membuat orang berkonsentrasi penuh terhadap bahan bacaannya, selain itu pada kenyataannya buku dicetak dan diproduksi untuk masyarakatnya, agar masyarakatnya mampu berkembang dan maju melalui pengetahuan yang dimilikinya. Sebuah istilah mengatakan bahwa “membaca adalah jendela dunia” sebegitu pentingnya membaca sehingga ada istilah yang yang mengatakan seperti itu. Istilah itu telah menandakan bahwa kita bisa melihat dunia, kita bisa pergi kemanapun hanya dengan membaca. Imajinasi kita berkembang dengan membaca buku. 

Berbeda dengan gadget yang fungsi utamanya adalah untuk komunikasi. Dikutip dari sebuah situs kompas.com mengatakan bahwa “kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.”

Berdasarkan penelitian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa minat membaca di Indonesia, masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini menjadi masalah dan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Bagaimana memajukan bangsa Indonesia, dengan langkah awal menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia literasi (baca : membaca dan menulis). Jika literasi diibaratkan jantung dalam sebuah bangsa, lantas bagaimana sebuah negara dapat berdiri kokoh dengan tegapnya tanpa adanya literasi ? tanpa adanya minat membaca terutama dari pemuda-pemudanya.

Lantas bagaimanakah cara kita menumbuhkan minat membaca bagi kaum muda Indonesia ?? Yang pertama harus ada dalam setiap individu masyarakat Indonesia adalah adanya kesadaran dalam diri masing-masing. Dengan adanya kesadaran ini, maka akan lebih mudah untuk mendorong masyarakat agar bisa membudayakan membaca buku. Kita bisa membuat sebuah program dimana program ini nantinya akan mewajibkan setiap individunya minimal membaca buku minimal 20 menit perhari. Hal ini juga bisa dilakukan melalui sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, program ini nantinya akan mewajibkan siswa-siswi dari masing-masing sekolah untuk  membaca buku minimal 20 menit perhari. Inilah langkah awal kita untuk menjadi lebih baik, untuk memajukan Indonesia, dan mencerdaskan masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, peran orang tua, peran pemerintah, peran lembaga-lembaga pendidikan dan  peran dari penulis dalam menumbuhkan minat membaca buku sangatlah diperlukan. Adanya kerjasama dari mereka akan membuat kaum muda Indonesia terutama, akan lebih mencintai buku ketimbang gadgetnya, akan lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya, dan akan lebih luas wawasan dan pengetahuannya serta lebih berkembang imajinasinya. Teruslah membaca, teruslah bergerak kedepan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Jangan biarkan rasa malas mengalahkan niatmu untuk membaca, jangan biarkan teknologi yang canggih mengalahkan kreatifitasmu, dan jangan biarkan minat baca masyarakat Indonesia berjalan ditempat. Karena sejatinya yang kita butuhkan adalah peningkatan bukan kemunduran. (Ema_Yanti).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi