Dibalik Wajah Indahnya kota Pontianak
Dibalik Wajah Indahnya kota Pontianak
Kota pontianak...
Kota
yang erat kaitannya dengan nilai dan budaya. Kota yang dijuluki sebagai kota “bersinar”
(bersih , sehat, indah, aman, dan ramah). Sebuah kota yang menjadi dambaan dari
kota lain ketika kotanya dapat maju dan berkembang. Dikota pontianak sendiri,
telah banyak bangunan-bangunan yang sengaja dibuat baik itu untuk kenyamanan
dari orang-orang yang berkunjung atau kenyamanan dari para pekerjanya.
Deretan bangunan-bangunan menjulang tinggi, dan terususun
rapi. Itulah yang mungkin terlihat secara kasat mata ketika kita ada di kota
pontianak. Kesan pertama yang dapat membuat kita berfikir bahwa “kota pontianak
sudah mulai berkembang”. Lantas apa yang menjadi masalah ?? bukan kah menjadi
nilai tambah bagi sebuah kota ketika ia bisa maju dengan bangunan-bangunan yang
lebih modern?
Kemajuan yang mungkin terjadi dikota tidak akan menjadi
masalah bagi orang-orang yang kaya, bagi orang-orang yang tinggal dikota, bagi
mereka yang dapat merasakan fasilitas dari bangunan tersebut. Tetapi akan
menjadi masalah bagi mereka yang yang kecil, bagi mereka yang kurang mampu. Contoh
orang akan lebih suka berbelanja di mall ketimbang berbelanja di pasar
tradisional. Para remaja juga lebih suka nongkrong di mall. Mungkin bagi
sebagian remaja sudah biasa nongkrong di mall, karena notabene orang tuanya
kaya. Maka adanya Mega Mall di kota Pontianak tidak akan menjadi masalah
baginya maupun orang tuanya sebaliknya, mereka akan merasa sangat diuntungkan
dengan adanya Mega Mall untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasannya.
Namun
bagaimana dengan para remaja yang kurang mampu, bagaimana dengan orang tua nya yang
petani ? Lingkungan secara sadar atau tidak sadar, secara langsung atau tidak
langsung akan mempengaruhi perilaku dari remaja tersebut. Lingkungan mengharuskan
mereka yang kurang mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan kota Pontianak
yang semakin berkembang. Orang-orangnya yang semakin hari semakin konsumtif
dengan fasilitas-fasilitas yang mewah. Hingga pada akhirnya cepat atau lambat mereka
akan terpengaruh dengan pola hidup dari orang-orang yang kaya, yang sering
nongkrong di mall, dan yang sering jajan di kafe-kafe mahal. Remaja yang kurang
mampu akan melakukan segala cara untuk bisa nongkrong dengan remaja yang
hidupnya mewah. Termasuk memeras orang tuanya untuk memberikannya uang agar
bisa nongkong dengan teman-temannya di Mall. Hal ini dilakukannya karena takut
diasingkan, karena takut tidak diterima dalam suatu kelompok.
Jelas
ini akan menjadi masalah bagi orang tua yang kurang mampu. karena tempat dan fasilitas yang ada dikota tidaklah sesuai
dengan kantong mereka. Mereka bukan kerja kantoran yang hanya duduk santai dan
mendapatkan gaji yang besar. Butuh kerja keras bagi mereka yang kurang mampu
dan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap untuk bisa mendapatkan uang. Untuk
makan saja mungkin kurang apalagi untuk menikmati fasilitas yang ada dikota.
Ada
cerita pilu dibalik bangunan yang besar nan megah itu, ada sesuatu yang
terlupakan. Bagian dari kota pontianak yang tak terjamah oleh pemerintah. Tempat
terpencil dan kumuh yang ditempati oleh orang-orang yang kurang mampu. Miris
rasanya ketika di Kota sudah begitu banyak bangunan-bangunan yang dibangun. Ketika
lapangan pekerjaan dikota banyak namun hanya bagi mereka yang berpendidikan tinggi,
hingga orang-orang yang tidak sekolah atau tidak berpendidikan tinggi harus tersingkirkan
oleh orang-orang yang memiliki gelar. Sehingga yang kaya semakin kaya dan yang
miskin semakin miskin.
Lapangan
pekerjaan masih sangat minim bagi orang-orang kecil, bagi orang yang kurang
mampu. Perlunya perhatian khusus dari pemerintah untuk mengevaluasi kembali,
menjelajahi luasnya kota Pontianak. Menemukan banyaknya masalah-masalah ekonomi
yang dihadapi oleh masyarakat Pontianak. Jika bukan pemerintah yang bertindak
maka siapa lagi? Kita hanya sebagian kecil dari orang-orang yang berempati
namun sesungguhnya kita tak dapat berbuat banyak. Pemerintahlah yang harus peka
terhadap masyarakatnya, pemerintah yang harus segera bertindak; bagaimana
caranya agar tidak ada kesenjangan antara orang kota dan orang kampung, agar
tidak ada kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin. Semoga bermanfaat :)
Ditulis oleh Ema yanti
Mahasiswa Ilmu Komunikasi (FISIP UNTAN

Komentar
Posting Komentar