Perspektif Mekanistis
Perspektif Mekanistis
Didalam kajian teori komunikasi ada yang namanya perspektif komunikasi. Perspektif komunikasi itu ternbagi menjadi : perspektif mekanistis, perspektif psikologis, perspektif intraksional, perspektif pragmatis, dan perspektif campuran. Nah pada artikel saya kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai “perspektif Mekanistis” Apakah yang dimaksud dengan perspektif ? Mengapa dalam komunikasi kita butuh mempelajari perspektif mekanistis ? itulah yang mungkin pertama kali terfikirkan ketika kita sebagai anak komunikasi mendengar kata “perspektif komunikasi”.
Dikutip dari sebuah situs http://www.areabaca.com menyebutkan bahwa “perspektif merupakan cara pandang yang muncul akibat kesadaran seseorang terhadap suatu isu yang terjadi. Perspektif dapat dijadikan penambah wawasan atau pengetahuan seseorang agar dapat melihat segala sesuatu yang terjadi dengan pandangan yang luas." Perspektif adalah model atau acuan yang kita gunakan dalam melakukan sebuah tindakan.
Perspektif
mekanistik melihat dari segi atau unsur fisik komunikasi. Perspektif mekanistik melihat bagaimana proses
komunikasi itu disampaikan. Implikasinya untuk melihat efek komunikasi atau
hambatan dalam berkomunikasi dan cara kerja komunikasinya.
Proses komunikasi pada perspektif mekanistis lebih
detail dan kompleks karena ada unsur
situasional tergantung pada kondisi yang terjadi ketika komunikasi tersebut
berlangsung, termasuk juga pada model apa yang diterapkan dalam proses
komunikasi tersebut. Hal itulah yang disebut sebagai perspektif mekanistis.
Didalam perpspektif mekanistis komunikasi , komunikasi baik itu
1.
Intrapersonal,
komunikasi yang terjadi pada diri sendiri
2.
Interpersonal,
komunikasi yang dilakukan antar pribadi
3.
Kelompok
dan Organisasi, komunikasi yang terjadi dengan orang yang memiliki tujuan yang
sama.
4.
Komunikasi massa, komunikasi yang disampaikan
kepada publik atau orang banyak dan dilakukan secara serentak melalui media
massa.
Melalui jenis-jenis komunikasi diatas, kita
dapat mengetahui bagaimana perspektif mekanistis nya ketika kita melakukan
komunikasi baik secara intrapersonal, interpersonal, kelompok dan organisasi,
maupun komunikasi massa. Masing-masing mempunyai perspektif mekanistis yang
berbeda-beda. Tergantung bagaimana cara
dan model komunikasinya.
Model dari perspektif mekanistik komunikasi
itu terbagi menjadi :
1.
Primer,
kalau primer merupakan komunikasi yang terjadi secara langsung. Misalnya
komunikasi antara si A dan si B tanpa menggunakan perantara atau media
handphone, hanya menggunakan bahasa atau lambang sebagai media nya, jadi
komunikasinya secara face to face dan langsung ada respon.
2.
Sekunder,
kalau sekunder komunikasi terjadi secara tidak langsung, dalam komunikasi sekunder
komunikasi tidak hanya menggunakan lambang sebagai media nya namun juga
menggunakan media berupa alat sebagai perantara dalam berkomunikasi. Misalnya handphone,
dalam hal ini digunakan handphone karena komunikannyan jauh, sehingga
terjadilah komunikasi secara tidak langsung.
3.
Linear,
komunikasi yang berlangsung secara satu arah tanpa adanya respon dari
komunikan. Pada komunikasi ini seorang komunikator yang mendominasi pembicaraan.
Misalnya kampanye yang dilakukan oleh para partai-partai politik.
4.
Sirkular,
komunikasi secara sirkular merupakan komunikasi yang berlangsung
Antara komunikator dan komunikan. Keduanya saling memberikan tanggapan
dan respon terhadap satu sama lain. Adanya feedback yang baik yang terjadi diantara
keduanya.
Pada
kenyataannya pada kehidupan sehari-hari kita sering menemukan kesalahpahaman
dalam memaknai pesan. Hal ini tak kelak menimbulkan ketegangan antara
komunikator dan komunikan. Jika komunikan salah dalam memaknai pesan yang disampaikan oleh komunikator, maka itu
merupakan faktor kesalahan dari aspek perspektif psikologis bukan dari aspek
perspektif mekanistis. Misalnya terjadi sebuah komunikasi secara interpersonal,
seorang komunikator mengatakan kepada komunikan bahwa “pak ayam bapak sekarat akan
saya sembelih, bagaimana ?”
ketika mendengar hal ini komunikan
menjadi marah-marah, karena ia berfikir bahwa komunikator telah mengatai nya
sebagai bapak ayam dan ia mengira komunikator telah mengatakan bahwa ia sekarat
dan akan disembelih. Pemaknaan pesan yang diberikannya adalah “pak ayam, bapak sekarat
akan saya sembelih, bagaimana ?” tentu saja komunikan tersebut marah dan
tersinggung karena ia memaknai pesan yang disampaikan oleh komunikator secara
tidak benar.
Hal
ini menjadi keliru karena intonasi yang salah dari komunikator, tidak adanya
jeda pada saat berbicara sehingg akomunikan menjadi salah dalam memaknai pesan.
Kesalahan semua ini bukan dari perspektif mekanistis melain kan dari perspetif
psikologis. Perspektif mekanistis hanya melihat dari aspek fisik dalam
berlangsungnya proses komunikasi. Terima kasih, semoga bermanfaat J
Komentar
Posting Komentar