Perspektif Psikologis
Didalam kajian teori komunikasi ada yang
namanya perspektif komunikasi. Perspektif komunikasi itu terbagi menjadi :
1. perspektif mekanistis
2. perspektif psikologis
3. perspektif intraksional
4. perspektif pragmatis, dan
5. perspektif campuran.
Nah pada artikel saya kali ini, saya akan
membahas lebih lanjut mengenai
“perspektif Psikologis” Apakah yang dimaksud dengan perspektif psikologis? Mengapa dalam komunikasi kita
butuh mempelajarinya?itulah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pertama kali
terfikirkan ketika kita sebagai anak komunikasi mendengar kata “perspektif
psikologis”. Pertanyaan-pertanyaan itu
kemudian akan terjawab pada artikel kali ini.
Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) perspektif
adalah cara melukiskan suatu benda pada permukaan yang mendatar sebagaimana
yang terlihat oleh mata dengan tiga dimensi, diartikan juga sebagai sudut
pandang, serta pandangan.Dikutip dari sebuah situs http://www.areabaca.com menyebutkan bahwa “ jadi perspektif merupakan cara pandang yang muncul
akibat kesadaran seseorang terhadap suatu isu yang terjadi. Perspektif dapat
dijadikan penambah wawasan atau pengetahuan seseorang agar dapat melihat segala
sesuatu yang terjadi dengan pandangan yang luas. Perspektif adalah model atau
acuan yang kita gunakan dalam melakukan sebuah tindakan.
Selanjutnya
pengertian psikologi, adalah ilmu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia, bagaimana
dan mengapa seseorang melakukan sebuah tindakan. Berdasarkan Besar Bahasa
Indonesia(KBBI) psikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan proses mental baik
normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku,
ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa.Itulah masing-masing
pengertian dari kata-perkata perspektif dan psikologi. Lalu bagaimana dengan pengertian “perspektif psikologi”
secara keseluruhan ?
Perspektif
psikologi merupakan sebuah konsep manusia yang berfokuskan pada seorang
individu, baik itu secara teoritis maupun empiris. Dalam hal inisikap, mental dan
tindakan manusia dilihat dari berbagai aspek atau sudut pandang. Dalam
berkomunikasi perspektif psikologis dibutuhkan agar kita dapat mengetahui
bagaimana seseorang bertindak sehingga kita menyesuaikan dalam berkomunikasi. Perspektif ini
menganggap bahwa setiap orang telah secara otomatis berada pada suatu medan
stimuli, yaitu lingkungan informasi. Sedangkan dalam konsep psikologis manusia
menghasilkan stimuli, atau sebaliknya menerima stimuli baik secara formal
maupun non formal. Konsep psikologis secara umum menjelaskan bahwa segala
tindakan dan perilaku manusia menghasilkan stimuli yang kemudian pada akhirnya
ditangkap oleh orang lain.
Dalam
perspektif psikologi, dibagi menjadi beberapa macam yaitu, :
1. Perspektif Biologis
Perspekif biologis merupakan sebuah
peristiwa yang terjadi pada dalam tubuh manusia, yang kemudian mempengaruhi perilaku,
pikiran, dan perasaan seseorang. Hormon yang yang ada didalam tubuh manusia
ini, mempengaruhi internal dari seorang manusia, baik itu mempercepat atau
memperlambat sebuah pekerjaan yang sedang dilakukan oleh manusia. Melalui
perspektif biologis ini, kita dapat melihat berbagai peristiwa fisik dari
manusia yang berinteraksi dengan lingkungan hingga pada akhirnya menghasilkan
sebuah persepsi, ingatan dan perilaku.
2.
Perspektif perilaku
Perspektif perilaku merupakan
sebuah konsep yang menyatakan bahwa lingkungan dan pengalaman mempengaruhi tindakan
seseorang. Dalam hal ini kita bisa mengamati dan menilai bagaimana tindakan dan
perilaku sesorang hanya dari lingkungannya saja, dan bagaimana pengalamannya. Ketika
seseorang berada pada lingkungan yang keras, tidak baik dan banyak terjadi
tindak kejahatan, maka bukan tidak mungkin bahwa lingkungan ini akan membentuk
perilaku seseorang tersebut. Begitupun dengan seorang anak kecil jika
dibesarkan dengan cacian, makian, dan kekerasan maka ketika ia besar maka ia
akan terbiasa untuk memaki, mencaci dan bertindak kasar dengan orang lain.
3.
Perspektif kognitif
Perspektif kognitif merupakan konsep
yang menjelaskan bagaimana seseorang berfikir, memahami dan mengingat.
Perspektif ini menjelaskan bagaimana pikiran dan penjelasan dari seseorang dapat
mempengaruhi berbagai tindakan dan pilihan mereka.
4.
Perpektif psikoanalitik
Perspektif psikoanalitik merupakan perspektif
terhadap alam bawah sadar manusia yang dapat mempengaruhi psikis dari
seseorang, terbagi menjadi id, ego, dan superego. Id adalah niat,, instink atau
hasrat keinginan. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan
tuntutan rasional dan realistik. Egolah yang menyebabkan manusia mampu
menundukan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional(pada pribadi
yang normal). Superego adalah polisi kepribadian, hati nurani (conscience) yang
merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural masyarakatnya. Ia
memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar.
5.
Perspektif fenomenologi
Perspektif fenomenologi berhubungan
dengan pandangan pribadi seseorang individu terhadap suatu fenomena individu.
Bagaimana sebuah fenomena dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan seseorang.
Perspektif diatas dapat saling
berhubungan atau berkaitan, hal ini sesuai dengan bagaimana dan apa yang menjadi
kasusnya.
Referensi :
PSIKOLOGI KOMUNIKASI : DRS
JALALUDIN RAKHMAT, M.Sc.
Ditulis oleh Ema Yanti Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip (UNTAN) 2016
Komentar
Posting Komentar