Tradisi Sibernetika
Tradisi
Sibernetika
Profesor
Robert T. Craig, mengidentifikasi tujuh tradisi teori komunikasi. Beberapa
pendekatan yang bersifat aktual, yang biasa digunakan oleh para peneliti untuk
mempelajari pelatihan dan masalah komunikasi. Salah satu diantaranya : Tradisi
Sibernetika. Apa yang dimaksud dengan Tradisi Sibernetika ??
Sibernetika
merupakan tradisi yang membahas mengenai suatu sistem yang kompleks di mana
berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan saling
memengaruhi. Teori-teori yang terdapat pada tradisi sibernetika menawarkan
perspektif yang luas, yaitu bagaimana berbagai variasi yang luas dari proses
fisik, biologis, sosial, dan perilaku bekerja. Komunikasi dipahami sebagai
sistem yang terdiri atas bagian-bagian atau variabel-variabel yang saling
memengaruhi satu sama lain. Sistem juga membentuk sekaligus mengawasi karakter
dari keseluruhan sistem.
Istilah
sibernetika berasal dari Yunani kuno (kybernētēs, jurumudi, gubernur, pilot,
atau kemudi - akar yang sama dengan pemerintah). Sibernetika adalah bidang
studi yang sangat luas, tetapi tujuan penting dari sibernetika adalah untuk
memahami dan menentukan fungsi dan proses dari sistem yang memiliki tujuan dan
yang berpartisipasi dalam lingkaran rantai sebab akibat yang bergerak dari aksi
atau tindakan menuju ke penginderaan lalu membandingkan dengan tujuan yang
diinginkan, dan kembali lagi kepada tindakan. Mempelajari sibernetika
menyediakan sarana untuk memeriksa desain dan fungsi dari sistem apapun,
termasuk sistem sosial seperti manajemen bisnis dan pembelajaran organisasi,
termasuk tujuan untuk membuat mereka menjadi lebih efisien dan efektif.
Titik
berat perhatian tradisi ini adalah pada komunikasi sebagai “pemrosesan
informasi”. Gagasan utama dari tradisi ini berkaitan dengan pemikiran tentang
“sistem” yang merupakan “seperangkat komponen-komponen yang saling berhubungan,
dan secara bersama-sama menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekedar sejumlah
bagian-bagian”. Dalam hal ini komunikasi sebagai proses informasi dan masalah
yang banyak dihubungkan dengan keramaian, kelebihan beban, dan malfungsi.
Tradisi ini berkaitan dengan proses pembuatan keputusan. Sistem ini bersifat
terbuka, sehingga perkembangan dan dinamika yang terjadi dilingkungan akan
diproses didalam internal sistem. Sibernetika digunakan dalam topik-topik
tentang diri individu, percakapan, hubungan interpersonal, kelompok, organisasi,
media, budaya dan masyarakat.
Tradisi
ini juga nampak paling masuk akal ketika muncul isu tentang otak dan pikiran,
rasionalitas, dan sistem-sistem kompleks. Teori informasi berada dalam kontek
ini. Demikian pula konsep feedback menjadi penting dalam hal ini.
Perkembangannya dapat pula disebut teori-teori yang dikembangkan dari teori
informasi seperti yang dilakukan Charles Berger untuk komunikasi antar personal
dan Guddykunt untuk komunikasi antar budaya. Contoh lain adalah proses
pembuatan kebijakan publik oleh lembaga pemerintahan dimana tradisi cybernetic
dapat menjelaskan. Terdapat proses sosialisasi untuk mendapatkan feedback dari
publik sebelum suatu kebijakan ditetapkan secara permanen.
Ilmuan
dari MIT, Norbert Wiener menggunakan
kata Cybernet untuk mendiskripsikan bidang intelektual yang bersifat semu.
Tidak bisa dipungkiri tradisi cybernetic yang berangkat dari Norbert Wiener ini
dan dikombinasikan dengan Shannon – Wiever menjadi penting sebagai salah satu
tradisi dalam kajian komunikasi.
Dalam
tradisi cybernetic terdapat beberapa varian, diantaranya:
1. Basic
System Theory
Basic
System Theory ini adalah format dasar. Pendekatan ini menggambarkan
sistem-sistem sebagai bentuk-bentuk nyata yang dapat dianalisis dan
diobeservasi dari luar. Anda dapat melihat bagian-bagian dari sistem dan
bagaimana semuanya berinteraksi. Mengobservasi dan dengan objektif mengukur
kekuatan bagian dari sistem dan mendeteksi input dan output sebuah sistem. Lebih jauh lagi, hingga
mengoprasikan atau memanipulasi sistem dengan mengubah input sistem tersebut
dan mengerjakannya dan sembarangan dengan mekanisme pemrosesannya.
2. General
System Theory
sistem
ini menggunakan prinsip untuk melihat bagaimana sesuatu pada banyak bidang yang
berbeda menjadi selaras antara satu dengan yang lain. Ludwig von Bertalanffy
menyatakan tradisi ini menggunakan prinsip-prinsip sistem yang menunjukkan
bagaimana benda-benda dalam banyak kajian yang berbeda serupa satu sama
lainnya, membentuk kosakata umum bagi komunikasi dalam banyak kajian. General System
Theory menyadari sistem universal pada semua bentuk dan berkaitan dengan
kejamakan diantara sistem yang tampaknya beragam , seperti pertumbuhan ekonomi,
perkembangan biologis, dan pergerakan sosial.
3. Second
Order Cybernetic
sebagai
sebuah alternative dari dua tradisi Cybernetic sebelumnya. Second Order
Cybernetik ini, meyakini bahwa para peneliti tidak pernah dapat melihat
bagaimana sistem dapat bekerja dengan berada diluar sistem itu sendiri karena
peneliti selalu diikat secara sibernetika dengan sistem yang diobservasi.
Berdasarkan pada perspektif ini, kapanpun Anda mengobservasi sistem, Anda
memengaruhi dan dipengaruhi olehnya. (Ema_Yanti)
Referensi
:
1) Dari
buku Griffin (2006) dan Littlejohn & Foss (2008) Oleh : Prof. Sasa Djuarsa
Sendjaja, Ph.D Departemen Ilmu Komunikasi FISIP-UI
2) Teori
Komunikasi-I, Session 06, prepared by Z. Hidayat, MM, M.Si. 1
Komentar
Posting Komentar