Tradisi Sosiokultural
Tradisi
Sosiokultural
Profesor
Robert T. Craig, mengidentifikasi ada tujuh tradisi dalam teori komunikasi. Tradisi-tradisi
ini yang nantinya akan kita pelajari. Apalagi kita yang sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, tentunya menjadi sangat penting bagi kita mengetahui apa-apa saja yang berkaitan dengan komunikasi. Nah, salah satu diantaranya adalah Tradisi Sosiokultural. Apa yang
dimaksud dengan Tradisi Sosiokultural ??
Berdarkan dari buku Griffin (2006) dan Littlejohn
& Foss (2008) Oleh : Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D Departemen Ilmu
Komunikasi FISIP-UI menjelaskan bahwa "Tradisi
Sosiokultural merupakan salah satu dari tradisi dalam teori komunikasi yang memandang komunikasi sebagai upaya menciptakan atau penegasan realitas
sosial". Edward Sapir dan Benjamin lee whorf dari university of Chicago adalah
pelopor tradisi sosiokultural ini. Pendekatan sosiokultural terhadap teori
komunikasi menunjukan cara pemahaman kita. Pemahaman itu tidak hanya dari segi makna,
norma, dan peran, namun juga peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam
komunikasi. Teori tersebut mengeksplorasi dunia interaksi yang dihuni oleh
manusia, tradisi ini menjelaskna bahwa realitas bukanlah seperangkat susunan di
luar kita, tetapi dibentuk melalui interaksi di dalam kelompok maupun
komunitas, dan budaya.
Menurut
tradisi ini, realitas sosial pada dasarnya terbentuk melalui proses interaksi
di dalam kelompok, komunitas, dan budaya. Tradisi ini juga memfokuskan
perhatiannya pada bentuk-bentuk interaksi antar manusia secara sosiologis. Interaksi
merupakan proses dimana makna, aturan dan nilai budaya berlangsung. Interaksi
dipandang sebagai proses pertukaran makna pesan dikaitkan dengan peran,
peraturan, serta nilai budaya. Interaksi inilah yang nantinya akan menentukan bagaimana
sesseorang dapat memahami individu lainnya. Bagaiman interaksi ini dapat menjadi
sebuah proses dan tempat makna, peran, pertukaran serta nilai budaya yang
dijalankan oleh setiap masyarakat. kategori yang digunakan oleh individu dalam memproses informasi
diciptakan secara sosial dalam komunikasi.
Tradisi
sosiokultural mengkaji teori komunikasi tentang pemahaman, dan aturan yang
terjadi diluar interaksi komunikasi. individu dapat dipengaruhi oleh sistem
sosial dan budaya yang ada dalam suatu masyrakat. Tradisi ini beranggapan bahwa
komunikasi berlangsung dalam kontek budaya,karena komunikasi dipengaruhi suatu
masyarakat.
Sosiokultural memiliki beragam sudut pandang yang tentunya juga sangat berpengaruh
yaitu diantaranya : paham interkasi simbolis, konstruksionisme, sosiolinguistik, filosofi
bahasa, etnografi dan etnometodologi.
1) Symbolic
Interactionism (Interaksi Simbolis)
George
Herber Mead sebagai penggagas Interaksionisme Simbolis, Paham interaksi
simbolis berasal dari kajian sosiologi melalui penelitian Herbert Blumer dan
George Herbert Mead yang menekankan pentingnya observasi partisipan dalam
kajian komunikasi sebagai cara dalam mengeksplorasi hubungan-hubungan sosial.
Interaksionisme Simbolis merupakan sebuah cara berpikir mengenai pikiran, diri
sendiri, dan masyarkat. Interaksi symbolic digunakan untuk menekankan pada
pentingnya suatu aspek pengamatan untuk menyelidiki hubungan sosial. Interaksionisme
simbolis juga mengajarkan bahwa manusia berinteraksi satu sama lain sepanjang
waktu, mereka berbagi pengertian untuk istilah istilah dan tindakan –tindakan
tertentu dan memahami kejadian-kejadian dalam cara-cara tertentu pula.
2) Constructionism
(Konstruksionisme)
Pandangan
konstruktivisme sosial merupakan sebuah pandangan yang mengkaji bagaimana
pengetahuan manusia dibentuk melalui interaksi sosial. Identitas dari sesuatu
dihasilkan dari bagaimana kita membicarakan suatu objek , bahasa yang digunakan
untuk menampung konsep kita dengan cara di mana group sosial berorientasi pada pengalaman
mereka. Konstruksi Sosial, pengetahuan manusia di konstruksi melalui interaksi
sosial.
3) Sosiolinguistik
sosiolinguistik
atau kajian bahasa dan budaya. Sebagaimana kita ketahui manusia menggunakan
bahasa secara berbeda dalam kelompok budaya dan kelompok sosial yang berbeda.Dalam hal ini setiap satu suku dengan suku lainnya tentunya berbeda sehingga kita secara tidak sengaja juga memiliki beragam bahasa dan budaya.
4) Filosofi
Bahasa
Filosofi
bahasa merupakan salah satu yang berpengaruh dalam pendekatan sosiokultural. Ludwig Wittgenstein, filsuf asal Australia
yang mencetus sudut pandang ini, menyarankan bahwa makna bahasa bergantung pada
penggunaan nyatanya. Bahasa, seperti yang digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, merupakan permainan bahasa karena manusia mengikuti aturan-aturan
dalam mengerjakan sesuatu melalui bahasa.
5) Etnografi
Sudut
pandang lain yang berpengaruh dalam pendekatan sosiokultural adalah etnografi
atau observasi tentang bagaimana kelompok sosial membangun makna melalui
perilaku bahasa maupun non bahasa mereka. Etnografi melihat bentuk- bentuk
komunikasi yang digunakan dalam kelompok sosial tertentu, kata-kata yang mereka
gunakan, dan apa makna bagi mereka, sebagaimana makna-makna bagi keragaman
perilaku, visual, dan respons suara.
6) Etnometodologi
Tradisi
sosiokultural dipengaruhi oleh etnometodologi (ethnomethodology) atau observasi
yang cermat akan perilaku-perilaku kecil dalam situasi-situasi nyata. Harold
Garfinkel, seorang ahli sosiologi yang dihubungkan terutama dengan perihal Etnometodelogi, pendekatan ini
melihat bagaimana kita mengelola atau menghubungkan perilaku dalam interaksi
sosial pada waktu tertentu. Dalam komunikasi, etnometodelogi telah memengaruhi
dalam bagaimana kita melihat percakapan, termasuk cara-cara partisipan
mengelola alur percakapan dengan bahasa dan perilaku nonverbal.
Tradisi
ini secara nyata menjelaskan bahwa komunikasi adalah hasil produksi, memelihara, memperbaiki,
dan perubahan dari realitas sosial . Dalam hal ini, tradisi sosiokultural menawarkan,
membantu dan menjembatani jurang pemisah budaya antara “kita dan mereka” tradisi
ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan dalam suatu masyarakat dan menjadikan
komunikasi sebagai perekat dalam suatu masyarakat. Semoga bermanfaat :) (Ema Yanti)
Referensi
:
1. Dari buku Griffin (2006) dan Littlejohn
& Foss (2008) Oleh : Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D Departemen Ilmu
Komunikasi FISIP-UI.
2. Prahastiwi Utari : Perspektif Tujuh
Tradisi dalam Teori Komunikasi (Jurnal Komunikasi Massa
Vol 4 No 2 Juli 2011 )
Komentar
Posting Komentar