Feature How To Do
Bagaimana Menjadi Jurnalis yang Ideal ?
Pontianak, Kalimantan
Barat- Banyak orang yang tertarik dengan profesi Jurnalis.
Mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Menulis, meliput dan melaporkan
peristiwa kepada khalayak ramai merupakan tugas dari seorang Jurnalis. Namun,
pada praktiknya menjadi seorang Jurnalis tidak semudah yang kita bayangkan.Terdapat
beberapa elemen yang harus kita penuhi untuk dapat menjadi seorang jurnalis
yang ideal. Menurut salah satu wartawan senior sekaligus ketua Aliansi Jurnalis
Independen Pontianak, Dian Lestari memberikan pendapatnya mengenai 9 elemen-elemen
Jurnalisme yang harus dipenuhi oleh Jurnalis.
1. Kewajiban
pertama Jurnalime adalah pada kebenaran
Produk Jurnalisme itu harus
mengandung kebenaran. Jadi, bagaimana kita mengungkap data, fakta dan juga
dalam prosesnya itu melakukan proses verifikasi. Rata-rata para jurnalis
sekarang justru mendapatkan informasi dari media sosial. Sebenarnya itu baru informasi
awal. Jika informasi itu hanya diambil begitu saja, tanpa dilakukan verifikasi,
artinya ia sudah melanggar elemen jurnalisme kebenaran. Jadi kalau ada wartawan atau produk
jurnalisme hanya mengutip saja tetapi tidak
memastikan kebenaran apa yang ia sampaikan, dia sudah melanggar prinsip
yang paling dasar dalam elemen jurnalisme yaitu tentang kebenaran.
2. Loyalitas
Pertama Jurnalisme adalah kepada Warga
Kebenaran itu harus disampaikan
kepada warga. Tulisan yang kita sampaikan itu akan berdampak kepada msyarakat. Maka,
sekecil apapun dampak nya itu harus dipikirkan. Jurnalis harus berhati-hati.
Jurnalis itu adalah salah satu profesi yangdilindungi oleh Pemerintah.
3. Esensi
Jurnalisme adalah disiplin verifikasi
Verifikasi itu jauh tingkatannya lebih komplit. Verifikasi
itu, dilakukan mulai dari bertanya sampai mengumpulkan data-data dan memastikan
apakah benar pernyataan yang telah disampaikan narasumber. Verifikasi harus
menuju orang yang tepat. Semakin jauh pada sumber utama maka data nya semakin
tidak valid. pilihlah orang yang tepat untuk melakukan verifikasi.
4. Jurnalis
harus tetap independen dari pihak yang mereka liput
Independen itu berat diaplikasikan. Awalnya Aji juga
dibentuk agar dapat independen. Independen dari kekuasaan, pemerintah, untuk
bisa independen dari orang-orang yang memasang iklan. Jurnalis yang pertama
harus paham, siapa dia, kepada siapa dia harus bertanggung jawab ? tentu kepada
masyarakat. Masyarakat yang mana ? kalau ada suatu berita yang pro dan kontra dalam
kelompok minoritas, dia harus independen. Dia harus bicara sesuai dengan
tatanan penegakan hukum, itu yang paling adil. Kita semua mempunyai aturan
main, walaupun diatas kertas kita tahu bahwa ada agama
mayoritas dan minoritas. Maka dari itu, saya harus ibdependen, tidak membawa ajaran
sesuai dengan apa yang kita yakini. Harus menempatkan diri.
5. Jurnalis
Harus Melayani sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan(watchdog)
Elemen ini artinya adalah ia
menjaga agar pemerintah yang dilaksanakan oleh golongan yang lagi berkuasa itu
berjalan dengan baik. jadi kalau misalnya, Jurnalis hanya memberitakan sisi kesuksesan
saja dalam sebuah pemerintahan, maka itu tidak berimbang. Karena yang menjadi
tuntutan utama atau dasar utama adalah pengabdian kepada masyarakat. Apakah
kebijakan pemerintah yang dijalankan Kadang wartawan yang mengkritik pemerintah
dikatakan ingin menjatuhkan pemerintahan. Padahal itu belum tentu, seringkali
biasanya itu hanya persialitas, artinya tidak keberpihakan ia tidak ingin memberitakan
yang bagus-bagus tetapi juga tidak menjelek-jelakan yang memang bagus.
6. Jurnalis
harus membuka fedback atau kolom kritik
Kritik itu sangat penting,
karena kalau tidak di kritik , tidak diingatkan kalau dia salah, kekeliruan
yang kurang dalam proses verifikasi untuk memastikan data dan fakta.. Maka, ia
cenderung tidak tahu, dan tidak sadar bahwa ia sudah melakukan kesalahan. Itu
secara tekhnis. Kemudian masyarakat dapat memanfaatkan kolom komentar pada
website portal berita. Itu sebagai interaksi antara pembaca dengan produsen.
Harus ada ruang untuk jurnalis agar dapat melakukan perbaikan sehingga tidak
ada marah-marah ketika di kritik.
7. Jurnalis
harus membuat hal penting menjadi menarik dan relevan
Penting dan menarik adalah dua kunci yang saya pelajari waktu di konsep tribun.
Kalau berita yang penting misalnya semua orang juga penting dalam urusan
lingkungan, urusan kebersihan udara, tapi kalau misalnya tidak dikemas dengan
bicara yang menarik , biasanya tidak menimbulkan rasa peduli, oleh karena itu ketika
saya melihat ada berita tentang kualitas udara beijing yang sudah sangat parah
itu di China, ya itu beritanya sudah tahu kalau udaranya buruk, tetapi
ketika ada seorang pengusaha yang menjual udara bersih kalengan, maka itu
menjadi menarik. Pesan pentingnya adalah menjaga kebersihan udara.
\
8. Jurnalis
harus menjaga agar beritanya komperehensif dan konvensional
Komperehensif itu artinya menyeluruh. Kalau suatu
produk jurnalistik itu tidak komperehensif itu menyalah-menyalahkan kelompok
lain, atau menyalahkan pada hukum saja, tetapi tidak fokus kepada ini solusinya
apa. Yang mampu menawarkan solusi. Bagaimana jurnalis itu bisa menggambarkan suatu
masalah kemudian apa solusinya, terus apa yang sudah dilakukan dan bagaimana melakukan
hal-hal yang belum dilakukan.
9. Jurnalis
harus mengikuti hati nurani
Hati nurani adalah alarm buat saya. Misalnya melihat
suatu kjadian orang disakiti atau dibunuh, terus hati nyrani saya kemana. Hati
saya mengatakan bahwa membunuh itu salah, apalagi kamu membunuh orang yang
tidak bersalah. Maka, saya akan bersedia untuk membongkar fakta atau memastikan
orang yang membunuh itu dalam tulisan saya memang dia salah. Tulisan saya bisa
disampaikan ke masyarakat. kita harus sensitif tapi tidak boleh juga terlalu bawa
perasaan.
Itulah beberapa elemen-elemen jurnalistik yang harus
dipenuhi agar kita dapat menjadi seorang jurnalistik yang professional dan
ideal. Elemen-elemen inilah yang selalu menjadi pegangan bagi kita setiap kali menjalankan
profesi sebagai seorang jurnalis. (EY)
Komentar
Posting Komentar