Feature Sejarah
Kilas
balik Sejarah Kota Singkawang
Singkawang
adalah salah satu kota yang terkenal di wilayah Kalimantan Barat. Singkawang
atau yang juga dikenal dengan sebutan kota Amoy ini, ternyata banyak menyimpan
nilai-nilai sejarah. Sekitar abad ke-18 1740 an banyak sekali orang Hakka, dari
tiongkok yang diundang oleh Sultan Sambas untuk bekerja sebagai penambang emas di
Montrado. Jadi belanda mencatat 1740 an itu datang secara besar-besaran para
pekerja Tiongkok.
Semenjak itu nama Singkawang itu sudah ada di catatan
Sejarah. Pada kenyataannya kita tidak pernah tahu dimana sumber catatan sejarah
kota Singkawang. Ternyata Belanda itulah yang mencatat kota Singkawang pada
saat itu. Dan catatan pada negeri China, Tiongkok juga ada, hal ini tentu
memperkuat mengenai keberadaan kota Singkawang. Pada tahun 1740 sebelum
Indonesia merdeka, kota Singkawang telah memiliki nama sendiri.
Singkawang,
awal namanya adalah kata San Kew Jong
yang kemudian berubah nama karena mengucapkannya susah, kemudian berubah menjadi
Singkawang. ada versi orang mengatkan bahwa nama singkawang berasal nama dari
Tengkawang, tetapi dari Singkawang sendiri tidak pernah ada tengkawang(buah),
tidak pernah pohon Tengkawang menjadi primadona. Jadi asal namanya memang
chinese Shingkoiwong, karena mayoritas juga orang Tionghoa
Setelah
Indonesia merdeka, kota Singkawang ini dalam perkembangan sejarahnya menjadi
ibu kota kabupaten Sambas , kemudian setelah era reformasi Sambas dimekarkan, menjadi dua kabupaten, kabupaten Sambas
dan kabupaten bengakayang. kemudian
warga singkawang yang sadar akan hal itu berjuang ingin minta dimekarkan juga.
Nah dimekarkan lah menjadi kota singkawang dengan pimpinan seorang wali kota.
Alasan
kenapa Sultan mengajak dan meemanggil para pekerja Tiongkok, karena mendengar
dibangka belitung banyak sekali penambang-penambang asal dari chinese yang ulet
dan jago perairan, mereka banyak menghasilkan timah. Bangka belitung berada
dibawah kerajaan Palembang Sumatera Selatan sebelum Bangka Belitung dimekarkan,
ia masuk pada sumatera selatan. Jadi dari pelayaran kapal-kapal tersiarlah ke Sambas
. Sambas dulunya banyak emas dan mereka
menggunakan cara tradisional , tidak menggunakan teknik dan perairan. Jadi
mendengar dari pelaut-pelaut dan orang yang berlayar, pedagang, jadi Sultan
mendatangkan mereka langsung.
.
Komentar
Posting Komentar