Straight news (Aksi Bela Bangsa Menuai Perhatian Warga)


Aksi Bela Bangsa Menuai Perhatian Warga

Pontianak, Kalimantan Barat-  Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda 28 Oktober 2018, Aliansi Pemuda Kalimantan Barat mengadakan Aksi Bela Bangsa pada jumat, 02 November 2018. Pukul 14.00 WIB-Selesai. Aksi tersebut berlangsung secara tertib di Bundaran digulis UNTAN. Dengan tema “mari kita bersatu, bergerak menebar cinta Demi Indonesia Damai.   

Aksi tersebut dilatarbelakangi karena adanya keprihatinan dari para peserta aksi terhadap banyaknya pemuda-pemudi khususnya Pontianak,  yang kurang mencintai bangsa dan negaranya sendiri. Salah satunya adalah meniru budaya-budaya luar (Barat).

Tidak hanya diikuti oleh peserta aksi saja namun, aksi tersebut juga diikuti oleh beberapa pemain seni, misalnya barongsai, dan Kesenian khas Sunda. Tujuannya untuk mengajak masyarakat agar mencintai budaya bangsa sendiri dan ikut melestarikan budaya Indonesia.

Aksi yang dibalut seni inipun banyak menuai perhatian warga. Beberapa warga yang bersantai di Bundaran Digulist UNTAN ikut melihat dan menyaksikan Aksi yang disertai dengan Seni khas Indonesia ini. Menurut salah satu warga yang bernama Dayang “ Aksi ini sangat bagus, dan unik, karena seperti yang kita ketahui aksi-aksi sebelumnya belum pernah ada yang mengangkat secara bersamaan antara aksi dan atraksi kebudayaan atau seni khas Indonesia”

Peserta Aksi juga melakukan penandatangan deklarasi Aksi bela Bangsa yang sebagai wujud nyata, bahwa pemuda-pemudi Pontianak mendukung aksi tersebut. Penandatangan deklarasi juga disaksikan langsung oleh pihak Kapolda Pontianak, Kalimantan Barat.

Salah satu peserta aksi, Rocyintia da Sella perwakilan dari PMKRI Santo Thomas More cabang Pontianak, Ia  menyampaikan “Dengan adanya aksi ini, diharapkan kedepannya agar budaya bangsa Indonesia, khususnya budaya Pontianak tidak punah. Dan semoga pemuda-pemudi Indonesia dapat melestarikan kebudayaan tersebut. (Ema Yanti)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi