Festival Media 2018


Asah bakat dan kreativitas Melalui Festival Media (Fesmed) 2018

Setiap individu memiliki bakat dan tingkat kreativitas yang berbeda-beda. Untuk mengetahui bakat dan sejauh mana seseorang mampu kreatif maka, individu tersebut perlu berlatih. Salah satu cara berlatih dalam menemukan bakat adalah dengan mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh sebuah instansi atau organisasi.
 Festival Media 2018 yang diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) adalah wadah bagi masyarakat, remaja khususnya untuk menyalurkan bakat nya dengan cara yang kreatif pula. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 21-22 September  dan berlokasikan di Rumah Radakng, Pontianak. Kita patut bersyukur bahwa, Pontianak menjadi tuan rumah dari kegiatan tersebut.
Untuk memeriahkan kegiatan Festival Media ini,  panitia mengadakan lomba-lomba yang ditujukan untuk umum dan lomba tersebut gratis. Lomba-lomba tersebut terdiri dari vlog competition, lomba jurnalistik, dan photo on location. Dengan adanya lomba-lomba tersebut, masyarakat bisa ikut berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.
Peserta harus membuat sebuah karya video dan menulis mengenai keberagaman yang ada di Kalimantan. Disinilah bakat dan kreatifitas kita diuji. Bagaimana cara kita menggambarkan keberagaman yang ada  di Kalimantan dengan bahasa yang baik tanpa menyinggung dan menyudutkan orang lain.   
Ikut serta dalam sebuah perlombaan, bukan hanya berbicara tentang kemenangan, namun lebih kepada ajang mengasah bakat dan kreativitas dari masing-masing individu.  Tema dari kegiatan Fesmed sendiri adalah “Diversity in the heart of borneo” yang artinya keberagaman di jantung Kalimantan. Maka, untuk mengikuti lomba vlog dan penulisan jurnalistik haruslah berkaitan dengan tema tersebut.
Masyarakat Pontianak yang hobi ngevlog atau yang suka menulis bisa mengikuti kegiatan tersebut. Lomba ini menjadi kesempatan yang bagus untuk masyarakat yang senang berbicara didepan kamera dan mengexplore keberagaman yang ada di Kalimantan. Begitupun dengan menulis, masyarakat yang gemar menulis akan mengamati, mengolah data, dan mencari informasi tentang keberagaman yang ada di Kalimantan.

Dengan lomba ini, secara tidak langsung masyarakat belajar untuk mencari tahu apa saja keberagaman yang ada di Kalimantan, sekaligus mencoba memahami keberagaman tersebut. Berbicara mengenai keberagaman di Kalimantan, maka banyak sekali yang bisa diangkat oleh masing-masing peserta, mulai dari suku yang beragam, keanekaragaman hayati, hingga keberagaman budaya-budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kalimantan.
Namun, tidak hanya perlombaan saja yang ada dalam kegiatan festival media. Untuk mengasah bakat, salah satu stand pameran Festival Media menyediakan live report VOA langsung dari Rumah Radakng. Pengunjung yang ingin merasakan sensasi menjadi reporter dapat langsung mendaftar di stand.
Dengan berdiri mengahadap kamera, menggunakan mikrofon dan membaca running text, masyarakat dapat menyampaikan kegiatan langsung Festival Media 2018. Dengan fasilitas yang sudah disediakan ini, masyarakat yang mempunyai bakat menjadi reporter atau presenter dapat menyalurkan bakatnya dan merasakan sesaat menjadi reporter VOA.
Selama dua hari berlangsung Rumah Radakng selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Pada hari terakhir atau hari kedua diselenggarakannya Fesmed ini, antusias masyarakat ternyata semakin besar.  Banyak masyarakat yang hadir, mulai dari peserta lomba yang menunggu pengumuman, dan masyarakat yang mengikuti workshp dan talkshow. Selain itu, ada juga pengunjung yang hanya ingin melihat-lihat pameran yang disediakan oleh beberapa media di Rumah Radakng.
Pada sore hari sebelum Festival Media ditutup, panitia mengumumkan pemenang dari Lomba-lomba. Salah satu pemenang lomba yang bernama Cindy mengatakan bahwa dirinya sangat senang, karena bisa menjadi juara 2 dalam perlombaan tersebut. Ia tidak menyangka bahwa video yang dibuat nya tentang toleransi antar agama yang ada di Kalimantan, dapat menarik perhatian juri dan dapat memenangkan perlombaan. Hal ini membuat dirinya sangat senang. Melalui Festival Media ini, ia dapat menyalurkan hobi dan bakatnya nya yaitu ngevlog  serta membuat video yang menarik. (Ema Yanti)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Listening Text

perkuliahan dibulan puasa

Tradisi Fenomenologi